Prabowo Akan Pimpin Badan Cadangan Logistik Strategis, Tinggal Tunggu Perpres

ADVERTISEMENT

Prabowo Akan Pimpin Badan Cadangan Logistik Strategis, Tinggal Tunggu Perpres

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 08:55 WIB
Prabowo Subianto bertemu Airlangga Hartarto
Menhan Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah akan membentuk Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS) melalui Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan regulasinya. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto akan memimpin BCLS ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, hal tersebut diputuskan dalam rapat internal mengenai pengembangan food estate yang dipimpin oleh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa kemarin.

"Terkait dengan Badan Cadangan Logistik Strategis, arahan Bapak Presiden bahwa regulasinya di buat dalam satu Peraturan Presiden (Perpres). Jadi Perpres-nya nanti satu, terkait dengan peningkatan penyediaan pangan nasional melalui pengembangan kawasan food estate," ungkap Airlangga, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (5/10/2022).

Airlangga menjelaskan, Perpres tersebut mencakup regulasi pembentukan BCLS yang nantinya dipimpin oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Program food estate atau program jangka panjang pangan di empat wilayah telah dikembangkan sejak 2020 silam melalui sinergi beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian.

Dalam rapat internal tersebut, pemerintah turut membahas perkembangan program food estate di empat wilayah. Pertama, berkaitan dengan yang ada di Kalimantan Tengah, Airlangga menyampaikan, targetnya bisa dikembangkan hingga mencapai 60 ribu hektare (ha).

Lebih rincinya, Airlangga menjelaskan pada 2020 cakupan lahan mencapai 30 ribu ha, 14 ribu ha bertambah di 2021, dan ekstensifikasi sebanyak 16 ribu ha.

"Terhadap food estate di Kalimantan Tengah Pak Presiden mengarahkan bahwa untuk pengembangan pembuatan saluran air dan pengolahan lahan itu akan ditugaskan Kementerian PUPR, jadi Kementerian Pertanian tinggal masuk pada lahan yang sudah siap," tambahnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lumbung pangan yang ada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah untuk memastikan petani bawang merah produktivitasnya meningkat. Selain itu Jokowi juga memastikan bahwa harga bawang merah tak dipermainkan oleh tengkulak.Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lumbung pangan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah untuk memastikan petani bawang merah produktivitasnya meningkat. Selain itu Jokowi juga memastikan bahwa harga bawang merah tak dipermainkan oleh tengkulak. Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

Kemudian perkembangan food estate di Sumatera Utara realisasinya ditargetkan mencapai 22 ha. Saat ini yang sudah berkembang baru 7 ha. Perkembangan akan ditugaskan kepada Bupati setempat sesuai dengan arahan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

"Namun ini akan punya potensi lebih besar diperhitungkan kepada Kementan untuk melakukan intervensi daripada kegiatannya," jelasnya.

Kemudian perkembangan food estate Nusa Tenggara Timur (NTT), pertama di Kabupaten Belu yang disiapkan sebanyak 559 ha untuk komoditas jagung. Setelah itu di Kabupaten Sumba Tengah yang disiapkan seluas 10.000 ha.

"Saat ini (di Sumba Tengah) sudah terealisasi hampir 10.000 ha, dan ini ketersediaan air dan pupuk menjadi perhatian pemerintah," tuturnya.

"Dan juga dikembangkan food estate di Sumba Timur, itu untuk tanaman sorgum ditargetkan 1.000 hektare di Sumatera Utara baru dikembangkan 2.000 ha. Nah ini terus didorong kembali ditingkatkan," jelasnya.

Terakhir, mendorong food estate di Papua, khususnya di kawasan Merauke sudah terealisasi mendekat 1 juta hektare dan Kabupaten Keerom seluas 3.000 ha.

Lihat juga video 'Melihat 'Kemesraan' Prabowo-Megawati di Peringatan HUT ke-77 TNI':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT