BBM Industri Mungkin Tak Terpengaruh Harga Minyak Dunia

BBM Industri Mungkin Tak Terpengaruh Harga Minyak Dunia

- detikFinance
Selasa, 11 Jul 2006 10:34 WIB
Jakarta - Tingginya harga minyak dunia yang sempat mencapai US$ 75 per barel diyakini tidak akan terlalu berpengaruh pada harga BBM non subsidi pada bulan Agustus nanti. Hal ini terkait dengan tidak ada tambahan impor minyak atau pun produk BBM. Selain itu, ditambah juga semua kilang-kilang milik Pertamina sudah beroperasi penuh."Jadi tidak akan ada tambahan impor atau malah kemungkinan impor bisa kita kurangi," kata Kepala Divisi BBM Pertamina Djaelani Sutomo kepada detikcom, Selasa (11/7/2006). Selain itu harga BBM di Indonesia sangat dipengaruhi oleh harga mid oil platts Singapore (MOPS). "Jika MOPS rata-rata tidak mengalami kenaikan seperti bulan lalu yang stabil, mungkin tidak akan naik," urainya.Namun begitu, kata Djaelani, pihaknya masih akan melihat perkembangan harga minyak hingga pada pertengahan Juli nanti. "Kita lihat perkembangannya, karena mungkin saja fluktuasi harga tidak berlangsung lama," urainya.Saat ini stok BBM nasional dirasakan sangat cukup. Stok premium mencapai 22 hari, stok solar selama 21,2 hari dan kerosen atau minyak tanah selama 30 hari.Harga BBM nasional, kata Djaelani, tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya harga minyak di pasaran internasional, melainkan juga oleh faktor nilai tukar rupiah. Seperti harga BBM non subsidi pada bulan Juli ini yang kenaikannya dipengaruhi oleh menurunnya nilai tukar rupiah. "Harga Juni berbeda dengan harga Juli. Karena saat kontrak pembelian pada bulan Mei untuk bulan Juni (kontrak pembelian biasa dilakukan satu bulan sebelumnya-red) nilai kurs kita masih Rp 9.300," ujarnya."Saat kontrak bulan Juli ketika kita beli di bulan Juni kurs sudah naik menjadi Rp 9.700. Makanya ada kenaikan harga," ujarnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads