SBY akan Resmikan 6 Mega Proyek di Sumut 13 Juli
Selasa, 11 Jul 2006 11:02 WIB
Medan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diagendakan akan mencanangkan mega proyek dan program strategis yang nilainya mencapai triliunan rupiah di Sumatera Utara pada 13 Juli mendatang. Termasuk dalam proyek yang akan diresmikan itu adalah rumah untuk korban tsunami dan pembangunan dua pembangkit listrik. "Nantinya acara peresmian itu akan dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan," kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Sumut Eddy Syofian kepada wartawan di Medan, Selasa (11/7/2006). Eddy menjelaskan, proyek yang rencananya akan diresmikan Presiden SBY antara lain, peresmian pembangunan 500 unit rumah tipe 36 di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Rumah yang diperuntukkan bagi korban tsunami ini, dibangun di atas lahan 12 hektar yang disediakan Pemerintah Kabupaten Madina. Pembangunan perumahan ini didanai dari Departemen Pekerjaan Umum (PU) melalui APBN 2005-2006, yang juga meliputi pembangunan perumahan, jalan lingkungan dan penyediaan air bersih, dengan total biaya Rp 21,8 miliar lebih. Sedangkan proyek dan program strategis yang akan dicanangkan presiden adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga uap Labuhan Angin di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit listrik ini berkapasitas 2 x 115 megawatt ini mendapatkan sumber pendanaan dari Loan Exim China sebesar US$ 186 juta dolar dan bantuan lain sebesar Rp 144,7 miliar. Proyek yang dilaksanakan PT Cimec China ini diharapkan selesai pembangunannya pada tahun 2008. Proyek lainnya yang juga akan dicanangkan, adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan I di Kabupaten Toba Samosir. PLTA ini berkapasitas 2 x 90 megawatt dengan dana sebesar US$ 250 juta. Pembangunannya akan dilaksanakan PT Badradaya Sentranusa bekerjasama dengan China Huan Dian Engeneering Corporation. "Kedua proyek ini sebagai upaya pemerintah di dalam mengembangkan kelistrikan di Sumut di luar pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak," jelas Eddy. Ia menambahkan, pembangunan ini diharapkan akan dapat mengatasi kekurangan listrik 1.000 megawatt di Sumut, khususnya untuk keperluan industri dan Bandara Kuala Namu. "Proyek ini akan dapat menghemat penggunaan bahan bakar dan diharapkan selesai pada tahun 2009," tukas Eddy. Presiden juga akan mencanangkan pembangunan jaringan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera yang akan menghubungkan jaringan kelistrikan Sumatera Bagian Selatan dengan Sumatera Bagian Utara. Interkoneksi itu dilakukan melalui saluran udara tegangan tinggi sepanjang 103 kilometer dari Bagan Batu di Riau dan Kota Pinang sampai Rantau Prapat di Sumut, yang diharapkan selesai pada tahun 2008. Presiden juga akan mencanangkan program agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan Sumut yang nota kesepahamannya telah ditandatangani 9 bupati dan walikota di Sumut pada 11 April 2005. "Proyek berikutnya, presiden juga akan mencanangkan program agro-marinepolitan kawasan pesisir, pulau-pulau kecil dan pulau terluar di Sumut," tambah Eddy. Untuk program ini, nota kesepahamannya juga telah ditandatangani 16 bupati dan walikota pada tanggal 13 april 2006 lalu. Dalam proyek ini juga dibangun pengembangan hutan bakau, mengingat kerusakannya sudah mencapai sekitar 57,4 persen atau 36.447 ha dari luas hutan bakau 63.467 ha. "Setelah pencanangan ini, Menteri Kehutanan akan menetapkan Sumut sebagai pusat pengembangan hutan bakau di Indonesia," ujar Eddy Syofian.
(qom/)











































