Banyak Negara Terancam Resesi, Bos BRI Ungkap Kondisi RI Terkini

ADVERTISEMENT

Banyak Negara Terancam Resesi, Bos BRI Ungkap Kondisi RI Terkini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 14:58 WIB
Rp 29 Triliun Rights Issue BBRI berasal dari Foreign Buy, Dirut BRI Ungkap Kiat Suksesnya
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso. Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengungkap tantangan ekonomi Indonesia yang berasal dari global. Tantangan tersebut, berupa inflasi tinggi serta krisis pangan dan energi yang mengancam banyak negara masuk jurang resesi.

Lalu, bagaimana kondisi Indonesia? Menurutnya Indonesia cukup sehat. Ia pun membandingkan kondisi Indonesia saat ini dengan krisis 1998.

"Sektor riil dan perbankan cukup sehat dan itu tercermin di GDP growth. Kalau dibandingkan krisis 98 minus 13%, dan sekarang kita bisa tumbuh 5,4%

dan pertumbuhan ekonomi ini ditopang permintaan domestik yang semakin baik bukan oleh faktor eksternal," jelasnya dalam webinar Kiprah LPS dalam Stabilisasi dan Penguatan Sektor Keuangan, Kamis (6/10/2022).

Indikator lain juga tercermin dari angka inflasi. Ketika krisis 98, inflasi Indonesia tembus 58%. Sementara, inflasi saat ini di angka 5,95%. "Suku bunga deposito 1 bulan pada saat itu 41%, sekarang 2,9%," kata Sunarso.

Saat krisis 98, Sunarso menyebut rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) bank menembus angka 104%. Sementara, saat ini hanya sekitar 80%.

Tak cuma itu, kredit bermasalah pada saat ini krisis mencapai 58,7%. Sementara, saat ini hanya 2,9%.

"NPL waktu tahun 98 (sebanyak) 58,7% dan sekarang NPL di kisaran 2,9%. Itu artinya situasi makro sangat baik, masih cukup solid dan sektor finansial terjaga," tambahnya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT