Harga Tempe Meroket Jadi Rp 9.000/Papan, Pedagang 'Disemprot' Emak-emak

ADVERTISEMENT

Harga Tempe Meroket Jadi Rp 9.000/Papan, Pedagang 'Disemprot' Emak-emak

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 17:23 WIB
Mengiris tempe tipis-tipis bisa jadi trik membuat gorengan renyah lebih tahan lama.
Harga Tempe di Pasar Meroket Jadi Rp 9.000/Papan/Foto: Getty Images/iStockphoto/PicturePartners
Jakarta -

Harga kedelai saat ini naik ke angka Rp 13.000 per kilogram (kg). Dampaknya harga tempe di pasar naik menjadi Rp 9.000 per papan, dari sebelumnya Rp 7.000/papan.

"Nggak bisa dipungkiri harga kenaikan kedelai membuat tempe terus berangsur naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 9.000 per papan karena pedagang sendiri sangat tipis keuntungannya. Ini kan kedelai ini terus naik harganya ter-update hari ini sekitar Rp 13.000/kg," kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri kepada detikcom, Kamis (6/10/2022).

Mansuri mengatakan kenaikan harga tempe ini memang menjadi siasat pedagang saat harga kedelai tinggi. Selain itu, ukuran tempe juga ada yang dikecilkan oleh perajin tetapi harga yang ditawarkan normal.

"Kalau yang dikecilkan ukurannya harga tetap atau normal Rp 7.000 atau Rp 7.500 per papan. Tetapi kalau yang papannya normal Rp 9.000/papan sekarang pembeliannya relatif aman, tetapi ya kita juga diteriak-teriakin emak-emak juga sih," jelasnya.

Untuk saat ini, pedagang pasar dan perajin tempe dan tahu tengah berkomunikasi dengan BUMN yang mendapatkan penugasan untuk menyalurkan kedelai impor. Ia berharap harga kedelai bisa turun ke angka Rp 12.000/kg.

Sebagai informasi, harga kedelai yang menjadi bahan baku dari tempe dan tahu ini meningkat menjadi Rp 13.000 per kilogram (kg). Harga itu naik dari bulan sebelumnya masih di level Rp 8.000/kg.

Perajin tempe dan tahu pun mengatakan untuk menyiasati saat kenaikan harga bahan baku itu, salah satunya dengan memperkecil ukuran tempe dan tahu.

"Macam-macam (siasatnya) ada yang mengurangi produksi, ada juga yang mengurangi ukuran, ada juga yang menaikkan harga dan lain-lain. Yang jelas sekarang ini kami susah," kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Aip Syarifuddin kepada detikcom, Kamis (6/10/2022).

(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT