Pemerintah akan Perjuangkan Keringanan Pajak Industri Kimia

Pemerintah akan Perjuangkan Keringanan Pajak Industri Kimia

- detikFinance
Selasa, 11 Jul 2006 13:53 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memperjuangkan tax allowance atau keringanan pajak bagi industri kimia. Tujuannya tak lain adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis yang cukup kuat bagi pengembangan industri kimia."Pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai upaya untuk menarik investasi, diantaranya dengan insentif," ujar Dirjen industri agro dan kimia Depperin Benny Wahyudi.Ia menyampaikan hal tersebut usai AEM-METI Economic and Industrial Cooperative Commitee working group on chemical industri (AMEICC WGCI) di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (11/7/2006).Benny menambahkan, salah satunya yang sedang dibahas adalah pemberian insentif untuk industri kimia, industri petrokimia, oleokimia, industri farmasi. "Nanti akan diterbitkan melalui peraturan pemerintah. Intinya, akan mengusulkan investment tax allowance," jelasnya.Keringanan pajak itu akan diberikan bagi perusahaan yang menanamkan modal di Indonesia. Insentif tersebut berupa pengurangan tax income sebesar 30% dari nilai investasi. "Katakanlah nilai investasinya 100, kemudian setiap dia untung, keuntungan itu harusnya kena pajak. Tapi dengan tax allowance, keuntungan itu dikurangi dulu 30 persen, selama 6 tahun. Jadi perusahaan itu pajak keuntungannya akan berkurang," urai Benny.Ia menjelaskan, industri kimia Indonesia sudah memiliki kompleks industri olefin yang cukup besar di kawasan Banten. Kompleks yang teritengrasi itu terdiri dari Chandra Asri yang merupakan industri hulu dan juga industri hilir yakni Tripolita.Dan dalam waktu dekat akan diresmikan industri aromatic yang cukup besar di Tuban yang akan akan memproduksi benzene, celene. "Kita juga punya pabrik pupuk yang terintegrasi dengan amoniak, methanol," jelasnya.Meski sudah memiliki satu kompleks olefin, namun menurut Benny Indonesia masih memerlukan lagi satu olefin center untuk jangka waktu dekat, dan satu lagi dalam jangka 10 tahun ke depan. "Kira-kira sebesar Chandra Asri yang paling kecil," tandasnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads