Pengrajin Gerabah Yogya Masih Stres

Pengrajin Gerabah Yogya Masih Stres

- detikFinance
Selasa, 11 Jul 2006 15:17 WIB
Jakarta - Pengrajin gerabah kasongan Yogyakarta yang 90 persen menjadi korban gempa pusing tujuh keliling. Barang dagangan hancur, sementara janji modal usaha dari pemerintah belum satupun yang terealisasi.Demikian disampaikan Timbul Raharjo, sekretaris Paguyuban Pengrajin Keramik Kasongan yang juga merupakan perwakilan kordinator Pemulihan Industri Kerajinan Kasongan yang ditemui saat Bazar Korban Gempa di Departemen Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/7/2006)."Satu bulan ini pengrajin masih stres. Kemungkinan baru bisa produksi bulan depan. Namun itu baru 30 persen, produksi normal setelah enam bulan ke depan," ungkap Timbul.Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu selain pemerintah yang akan memberikan bantuan, ada 12 BUMN yang menawarkan pinjaman lunak modal kerja senilai Rp 30-40 juta kepada para pengrajin. Namun menurut Timbul, birokrasi untuk mendapatkan modal kerja murah itu sangat memberatkan."Masak di situasi seperti ini kita diminta membuat proposal dulu. Sedangkan pernah ada LSM asing yang menawarkan bantuan tunai tanpa birokrasi langsung memberikan saya Rp 4 juta," curhatnya dengan kesal.Satu-satunya bantuan yang terealisasi, kata Timbul, hanyalah Bazar Korban Gempa yang digelar hari ini. "Ini saja yang konkret," cetusnya.Ia mengungkapkan, Depperin juga menjanjikan kucuran dana Rp 1 miliar dalam dua bulan yang akan diambil dari APBN-P. "Padahal kita butuhnya Rp 50 miliar karena ada 6.537 unit usaha yang rusak berat dengan kerugian akibat gempa mencapai US$ 39 juta," katanya.Timbul mendesak pemerintah bergerak cepat agar pengrajin tidak berguguran. Pasalnya, sumbangsih para pengrajin korban gempa terhadap nilai ekspor mencapai US$ 140 juta per tahunnya.Sementara Dirjen Industri Kecil dan Menengah Sakri Widhianto mengatakan, pemerintah masih mengupayakan bantuan tersebut dalam APBN-P, namun tersandung keterbatasan anggaran."Bantuan yang sudah terealisasi prasarana dan pembangunan pasar. Pihak kami akan terus bantu promosi," jelas Sakri. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads