Ganti Rugi Petani Akibat Puso Tak Berupa Uang
Selasa, 11 Jul 2006 16:10 WIB
Jakarta -
Dana penggantian sebesar Rp 61 miliar bagi petani yang sawahnya puso, tidak akan dibagikan berupa uang. Melainkan dalam bentuk bibit, pupuk, pompa air atau peralatan pertanian. "Tapi harus jelas siapa penerimanya. Kita lakukan verifikasi, apakah benar. Kalau benar nanti kita berikan," kata Mentan Anton Apriantono, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/7/2006).Berdasar hasil penghitungan Badan Ketahanan Pangan (BKP), nilai kerugian yang dialami akibat puso yang terjadi di beberapa daerah lumbung beras berkisar Rp 4,3 miliar. Jumlah itu dinilai relatif kecil dan tidak mengganggu suplai beras untuk memenuhi stok pangan nasional.Sedangkan untuk sawah gagal panen akibat kekeringan, bukan karena musim kemarau. Sebab data BMG menunjukkan kemarau yang terjadi masih dalam batas wajar, belum sampai menjurus pada kekeringan.Menurut Anton, kegagalan panen terjadi di lahan sawah tadah hujan. Penyebabnya petani tidak ikuti pola tanam padi-padi-palawija. Seharusnya di saat seperti ini tanaman yang dianjurkan ditanam di sawah bukan padi tetapi palawija. "Kalau tanya ke petani mengapa ditanami padi, mereka jawab untung-untungan karena harga beras sedang bagus dan masih turun hujan. Walau pun salah tanam, kita tetap beri bantuan. Karena kan mereka ada waktu tidak mendapatkan penghasilan," papar Mentan.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































