Jadi Pemain Termahal di Dunia, Mbappe Punya Harta 'Segunung'

ADVERTISEMENT

Jadi Pemain Termahal di Dunia, Mbappe Punya Harta 'Segunung'

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 08 Okt 2022 15:00 WIB
LYON, FRANCE - SEPTEMBER 18: Kylian Mbappe #7 of Paris Saint-Germain looks on before the Ligue 1 match between Olympique Lyonnais and Paris Saint-Germain at Groupama Stadium on September 18, 2022 in Lyon, France. (Photo by Catherine Steenkeste/Getty Images)
Kylian Mbappe/Foto: Getty Images
Jakarta -

Pemain bola asal Prancis, Kylian Mbappe kini menjadi pemain dengan gaji tertinggi di dunia, mengalahkan Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.

Mbappe menduduki posisi pertama setelah memperpanjang kontraknya dengan Paris Saint-Germain (PSG) musim panas kemarin, hingga meraih pendapatan US$ 128 juta atau setara Rp 1,96 triliun dalam setahun (kurs Rp 15.300).

Ternyata harta kekayaannya pun tak main-main. Dilansir melalui Forbes, Sabtu (08/10/2022), Mbappe menimbun kekayaan senilai US$ 43 juta atau setara Rp 657,9 miliar.

Pakar industri memproyeksikan, Mbappe akan mengumpulkan sekitar US$ 110 juta atau setara Rp 1,68 triliun yang terdiri atas gaji dan beberapa bonus dari perpanjangan kontraknya di musim ini.

Pemain bola berusia 23 tahun ini bisa mendapat US$ 28 juta atau setara Rp 428,4 miliar per kemenangannya dalam sepak bola. Tidak hanya itu, Mbappe juga diduga peroleh pendapatan endorsement US$ 18 juta atau setara Rp 275,4 miliar dari beberapa merek ternama seperti Nike, Dior, Hublot, Oakley and Panini.

Mbappe juga ambil bagian pada satu produk game besutan Electronic Arts (EA), yaitu FIFA 21, dan muncul di sampul video game itu. Ia juga mendirikan perusahaan produksinya sendiri, Zebra Valley, dan bergabung dengan platform NFT fantasi, Sorare, sebagai duta dan investor.

Sebagai tambahan informasi, Mbappe mengambil alih posisi pertama dengan mengalahkan Messi, yang harus rela digeser ke posisi kedua dengan pendapatan senilai US$ 120 juta atau setara Rp 1,84 triliun, dan Ronaldo di posisi ketiga dengan US$ 100 juta atau setara Rp 1,53 triliun selama satu tahun.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT