Rentetan Penarikan Mie Sedaap Asal RI oleh Taiwan hingga Singapura

ADVERTISEMENT

Rentetan Penarikan Mie Sedaap Asal RI oleh Taiwan hingga Singapura

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 12 Okt 2022 07:35 WIB
Begini Rasa Indomie Mie Goreng Aceh Vs Mie Sedaap Sambal Goreng yang Viral
Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Jakarta -

Belakangan ini produk Mie Sedaap menjadi pusat perhatian masyarakat karena sejumlah negara menarik sejumlah varian produk tersebut. Salah satunya yang sudah beberapa kali menarik produk Mie Sedaap adalah Singapura.

Tidak hanya Singapura, kehebohan berawal saat Taiwan menolak masuknya Mie Sedaap Cup yang disebut mengandung kelebihan residu pestisida.

Berikut ini deretan negara yang menarik produk Mie Sedaap:

1. Taiwan

Pada bulan Juli lalu, Otoritas Bea Cukai Taiwan menahan kiriman mi instan yang berasal dari sejumlah negara termasuk Indonesia. Produk mi instan asal Indonesia yang dilarang masuk ke Taiwan adalah Mie Sedaap.

Alasan otoritas Bea dan Cukai memblokir masuknya mi instan itu karena mengandung kelebihan residu pestisida. Hal itu berdasarkan keterangan yang disampaikan Taiwan Food and Drug Administration (FDA) alias BPOM.

Kemudian, menanggapi hal itu, Wings Food buka suara. Marketing Manager Noodle Category Wings Food Katria Arintya Anindyantari membantah jika Mie Sedaap mengandung residu pestisida. Penahanan produk disebut karena perbedaan regulasi yang diterapkan regulator setempat.

"Produk Mie Sedaap tidak mengandung residu pestisida. Penahanan Mie Sedaap di negara Taiwan tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. Penahanan produk yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan regulasi yang diterapkan oleh regulator setempat," tuturnya kepada detikcom, Kamis (7/7).

Katria mengklaim Mie Sedaap telah dikembangkan dengan standar produksi dan pengawasan ketat, serta memenuhi standar keamanan makanan di seluruh rantai pasokan. Dengan begitu semua produk aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Lihat juga video 'Tambah Lagi, Kini Ada 6 Varian Mie Sedaap yang Ditarik SFA':

[Gambas:Video 20detik]



Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT