Ada PNS Nyambi Jadi Driver Ojol, Aturannya Boleh Nggak Sih?

ADVERTISEMENT

Ada PNS Nyambi Jadi Driver Ojol, Aturannya Boleh Nggak Sih?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 13 Okt 2022 15:17 WIB
Ojek online kini menjadi mata pencaharian atau pekerjaan bagi para drivernya, berjaket hijau dan helm khas para driver siap mengantar para penumpang.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Driver ojek online (ojol) merupakan salah satu pekerjaan yang banyak dilakoni masyarakat, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Tidak sedikit driver ojol bekerja sebagai karyawan BUMN/swasta hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Fakta itu terungkap dari hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rentang waktu 13-20 September 2022. Hasil survei menyebutkan, 18,69% responden menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan sampingan karena memiliki pekerjaan utama, 7,86% di antara responden mengaku juga berprofesi sebagai PNS.

Kondisi ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi kinerja di tempat kerja utama akibat kelelahan hingga risiko tinggi kecelakaan kerja. Oleh karena itu beberapa pengamat menyarankan adanya pengaturan dari pemerintah.

PNS Boleh Kerja Sampingan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Satya Pratama mengatakan, PNS boleh memiliki pekerjaan sampingan maupun berwirausaha asalkan menaati etika yang berlaku.

"PNS boleh berwirausaha, tapi ada etika yang harus ditaati. PNS tidak hanya terikat oleh ketentuan perundang-undangan, tetapi juga oleh azas-azas umum pemerintahan yang baik," kata Satya kepada detikcom, Kamis (13/10/2022).

Satya menyebut, beberapa etika yang dimaksud salah satunya yakni meminta izin atasan. Tidak hanya itu, diharuskan usaha sampingan tersebut juga bukan di bidang yang sama atau berhubungan dengan pekerjaan dia sebagai PNS.

"PNS meminta izin atasan dan bisnis sampingan yang ditekuni harus bukan di bidang yang sama atau berhubungan dengan pekerjaan dia sebagai PNS. Menghindari konflik kepentingan dengan memilih bidang usaha yang tidak terkait dengan pekerjaannya," terangnya.

Ia juga menekankan, aktivitas tersebut tidak dilarang dengan catatan tidak menurunkan kinerja PNS di kantor.

"Boleh punya usaha sampingan/wirausaha dengan syarat tidak turun kinerjanya di kantor. Tapi kalau berapa lama kerja Ojol saya tidak punya cukup banyak informasi mengenai itu," kata Satya.

Lihat juga video 'Yang Bahagia dan Khawatir Saat Tarif Ojol Resmi Naik':

[Gambas:Video 20detik]



Aplikator buka suara soal PNS jadi driver ojol. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT