Biosolar Juga Hadir di Surabaya
Kamis, 13 Jul 2006 11:00 WIB
Jakarta - Bahan bakar alternatif biosolar kini juga hadir di Surabaya. Untuk tahap awal, rencananya biosolar akan dijual di 5 SPBU di Surabaya. Perluasan produk BBM ramah lingkungan ini diharapkan terus meningkat sehingga dapat mengurangi konsumsi BBM bersubdisi. Biosolar yang diluncurkan pada 20 Mei lalu di Jakarta saat ini volume penjualannya mencapai 114 kiloliter per hari. Produk biosolar ini dijual dengan harga Rp 4.300 per liter atau menyamai harga solar bersubsidi.Demikian siaran pers dari Pertamina yang diterima detikcom, Kamis (13/7/2006).Di Jakarta, biosolar pada awalnya hanya dijual di empat SPBU yakni SPBU COCO Jl. Industri, Kemayoran, dua SPBU Jl. TB Simatupang, dan satu SPBU di Jl. Tendean. Namun hampir dua bulan setelah peluncuran, biosolar kini sudah dijual di 19 SPBU di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Rencananya, hingga akhir Agustus 2006 seluruh SPBU di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat sudah menyalurkan produk tersebut. Dan secara bertahap pula hingga akhir tahun ini, akan dipasarkan di seluruh wilayah pemasaran DKI Jakarta.Dari sederet jenis sumber energi yang terbarukan, Pertamina kini tengah menuju ke energi biofuel. Salah satu biofuel yang digarap Pertamina adalah biosolar, yaitu bahan bakar diesel yang terbuat dari unsur hayati-nabati non fosil. Biofuel didapatkan dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit atau CPO (Crude Palam Oil) dan minyak pohon jarak pagar atau CJCO (Crude Jatropha Curcas Oil), dibuat dengan proses transesterifikasi. Proses ini pada dasarnya merupakan proses yang mereaksikan minyak nabati (CPO atau CJCO) dengan methanol dan ethanol dengan katalisator (NaOH atau KOH). Dari hasil proses transesterifikasi CPO itu akan dihasilkan metil ester asam lemak murni (Fatty Acid Metyl Ester/FAME). Lalu FAME tersebut di-blending dengan solar murni selama sekitar sepuluh menit untuk menghasilkan bahan bakar Biosolar yang siap pakai. Biosolar memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan bentuk energi lain, yaitu: lebih mudah ditransportasikan, memiliki kerapatan energi per volume yang lebih tinggi, memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih dan ramah lingkungan.
(qom/)











































