3 Faktor Tersendatnya Pembayaran Subsidi ke Pertamina

3 Faktor Tersendatnya Pembayaran Subsidi ke Pertamina

- detikFinance
Kamis, 13 Jul 2006 13:03 WIB
Jakarta - Sampai 15 Juni 2006 pemerintah baru membayar 8,7 persen subsidi BBM ke Pertamina. Tersendatnya pembayaran subsidi ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu harga minyak, kurs rupiah dan volume konsumsi BBM.Hingga medio Juni itu, pemerintah baru membayar biaya subsidi BBM Rp 4,74 triliun atau 8,7 persen dari pagu dalam APBN yang sebesar Rp 54,276 triliun."Ada beberapa hal mungkin, kalau subsidi itu kan ada faktor dari nilai harga minyaknya sendiri, kemudian kurs rupiah dan volume konsumsinya" kata Menkeu Sri Mulyani, usai rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2006).Menurut Menkeu, realisasi pembayaran subsidi setiap bulannya berbeda-beda. Oleh karena itu pemerintah bersama Pertamina telah menyepakati untuk membayar dengan jumlah tertentu. Sedangkan untuk pembayaran sisanya tergantung dari hasil audit BPKP."Jadi kita akan lihat realisasinya, itu akan tergantung dari apakah konsumsi BBM-nya memang rendah atau menurunnya itu gara-gara rupiahnya menguat," kata Menkeu.Menkeu mengakui, untuk volume konsumsi BBM dan nilai tukar rupiah memang menguat, di samping harga BBM-nya juga naik."Yang jelas itu volume dan rupiah menguat, tapi harga BBM-nya naik jadi ada dua faktor yang saling canceling out," ujarnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads