Tidak Kebagian Jatah BBM Subsidi, Nelayan di Bali Mogok
Jumat, 14 Jul 2006 16:57 WIB
Denpasar -
Puluhan kapal nelayan ikan tuna long line di Pelabuhan Benoa, Denpasar mogok melaut karena tidak kebagian jatah BBM bersubsidi. Mereka mendesak pemerintah segera mengucurkan BBM bersubsidi. Aksi mogok kapal nelayan ikan tuna ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Tuna Long Line Indoensia (ATLI) Dwi Agus Siswa Putra di kantornya, di Pelabuan Benoa, Denpasar, Jumat (14/07/2006). Putra mengatakan para nelayan melakukan aksi mogok karena tidak dapat membeli BBM yang tidak bersubsidi dengan harga yang sangat tinggi. Harga BBM tidak bersubsidi Rp 6100 sedangkan BBM bersubsidi Rp 4300. Dari pantauan detikcom, puluhan kapal nelayan tampak mangrak di Pelabuhan Terbesar di Bali ini. Dari 688 kapal ikan, yang mogok diperkirakan mencapai 70 persen. Menurut Putra, seharusnya para nelayan mendapatkan BBM bersubsidi sejak 1 Juli 2006 seiring Keputusan Presiden No 9 Tahun 2006. Disebutkan bahwa setiap kapal ikan akan mendapat subsidi BBM senilai Rp 25 ribu per bulan. Kondisi ini bertolak belakang dengan para nelayan ikan tuna di Pekalongan dan Jakarta yang telah mendapatkan BBM bersubsidi sejak 1 Juli 2006 lalu. "Namun hingga kini mereka belum mendapatkan BBM. Kami minta agar pemerintah segera memberikan subsidi." katanya.
(qom/)










































