Wapres: Harga Minyak US$ 100 Tidak Ada Soal

Wapres: Harga Minyak US$ 100 Tidak Ada Soal

- detikFinance
Jumat, 14 Jul 2006 18:15 WIB
Jakarta - Dalam pandangan Wapres Jusuf Kalla, lonjakan harga minyak tidak akan membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kata Wapres, perekonomian Indonesia akan tetap berjalan seperti biasa."(Harga minyak) US$ 80 (per barel) tidak ada soal. US$ 100 (per barel) pun tidak ada soal. Kemungkinan akan berjalan seperti biasa," ujar Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/7/2006).Kalla mengaku, Menkeu Sri Mulyani sudah membuat perhitungan atas beberapa skenario kenaikan harga minyak. "Kita sudah excercise dengan Menkeu, bila nanti harganya mencapai US$ 80 bahkan US$ 100 per barel, apa yang terjadi pada APBN dan ekonomi nasional kita. Dari sisi APBN tidak akan ada apa-apa. Kita justru masih ada sedikit surplus," jelasnya. Surplus itu terjadi karena meski subsidi BBM akan melonjak sekitar 70-80 persen, namun pendapatan pemerintah dari migas juga bertambah. "Karena kenaikan BBM pada Oktober lalu telah berhasil seimbangkan antara revenue dan subsidi kita," tambahnya.Dengan demikian, Kalla meyakini bahwa berapapun kenaikan subsidi, akan bisa ditutup dari pendapatan. "Walau itu artinya kita tidak dapat tambah manfaat untuk yang subsidi sektor lain, seperti pendidikan atau kesehatan. Tapi ada surplus," ujarnya.Namun demikian, Kalla mengakui, lonjakan harga minyak itu akan menyebabkan harga BBM non subsidi untuk industri akan naik. "Tapi itu kan terjadi di seluruh dunia, sehingga tingkat kompetitif produknya juga akan sama saja," katanya.Kalla meyakini perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh 5,9 persen dan tidak terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dunia itu. Menurut Kalla, perekonomian Indonesia kini terus menggeliat yang terlihat dari banyaknya iklan tender proyek pemerintah. "Artinya akan terjadi spending besar-besaran dalam 1-2 bulan depan. Memang begitu siklusnya, pembangunan fisik dimulai Juni-Juli ke atas," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads