10 Hektare Lahan 'Tidur' Ditanami Jagung, Hasil Panen Langsung Dibeli

ADVERTISEMENT

10 Hektare Lahan 'Tidur' Ditanami Jagung, Hasil Panen Langsung Dibeli

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 13:25 WIB
Penanaman jagung perdana dimulai oleh Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN Made Kartikajaya, diikuti Koordinator Papua Muda Inspiratif (PMI) Prov. Papua Barat Simon Tabuni, para petani milenial, perwakilan  kelompok tani dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kab. Manokwari.
10 Hektare Lahan Tidur Ditanami Jagung, Hasil Panen Langsung Dibeli/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Lahan tidur yang ada di Papua dimanfaatkan untuk ditanami jagung. Penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 10 hektare (ha) dan akan dikembangkan karena total ada 100 ha lahan tidur yang telah disiapkan.

Penanaman jagung perdana dimulai oleh Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN Made Kartikajaya, diikuti Koordinator Papua Muda Inspiratif (PMI) Prov. Papua Barat Simon Tabuni, para petani milenial, perwakilan kelompok tani dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kab. Manokwari.

Petani milenial sekaligus anggota PMI, Arnold Moktis (34) mengatakan, penanaman jagung yang dilakukan di lahan kelompok tani Sumber Rezeki yang merupakan mitra binaan PMI ini bisa terlaksana berkat dorongan BIN. Selanjutnya PMI akan melakukan pendampingan mulai dari penanaman, perawatan hingga pemasaran. PMI dan BIN menyiapkan off taker-nya.

Arnold menjelaskan, selama ini para petani di wilayahnya masih menggunakan alat manual dalam bertanam jagung, serta selalu kebingungan untuk menjual jagung ketika sudah panen. Namun dengan adanya PMI bersama BIN, petani telah mulai bertani jagung secara modern.

Serta, ke depan petani juga tidak kebingungan akan menjual ke mana hasil panennya. Sebab, PMI atas dorongan BIN telah bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk membeli hasil panen mereka.

"Mewakili Papua Muda Inspiratif dan petani milenial, kami sangat bangga dan bersyukur karena momen yang berlangsung hari ini luar biasa. Ini yang menjadi harapan kami selama ini bisa terwujud," kata Arnold, dikutip Jumat (21/10/2022).

Arnold menyatakan akan merangkul semua petani, pemuda hingga mama-mama Papua untuk ikut bertani jagung untuk meningkatkan pendapatan mereka. Secara umum, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat. Menurut Arnold, program PMI bersama BIN ini bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat.

"Kami akan merangkul semua petani, mama-mama yang ada, untuk mari kita olah tanah agar tidak berantakan begitu saja, tapi ada manfaatnya, supaya mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran di Sidey, lebih umum untuk bangsa dan negara ini," tegasnya.

Penanaman jagung diperkirakan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Target panen akan dilakukan pada Januari 2023.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT