Penggantian Penggunaan BBM Perlu Dipercepat
Sabtu, 15 Jul 2006 01:21 WIB
Jakarta - Rekor baru harga tertinggi minyak mentah dunia yakni US$ 78 per barel merupakan peringatan untuk Pemerintah RI. Meski sifatnya fluktuatif, namun tidak tertutup kemungkinan harganya akan terus melonjak.Penggantian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi utama instalasi pembangkit listrik, rumah tangga, dan pabrik pupuk sebagai bagian dari crash program bidang energi perlu dipercepat."Pelaksaan tiga crash program pokok yang kita rencanakan makin mendesak agar ekonomi kita jadi lebih baik," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/7/2006).Untuk pembangkit listrik, BBM akan diganti dengan batu bara. Tender pengadaannya pun mulai dilakukan Agustus mendatang."Sudah lebih dari 100 perusahaan yang mendaftar ikut tender pengadaan crash program listrik," ujar Kalla.Untuk sumber energi rumah tangga dan pabrik pupuk diarahkan menggunakan gas LPG dan LNG. Ketersedian dua jenis bahan bakar ini di dalam negeri masih melipah, dan selama ini lebih banyak ditujukan untuk ekspor.
(nvt/)











































