Jurus RI Tangkal Krisis Pangan yang Ancam Dunia

ADVERTISEMENT

Jurus RI Tangkal Krisis Pangan yang Ancam Dunia

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 23 Okt 2022 08:00 WIB
Petani menjemur padi yang di panen paksa akibat terendam banjir di Desa Meunje, Aceh Utara, Aceh, Kamis (13/10/2022). Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara menyebutkan, banjir besar yang melanda Aceh Utara telah merendam 4.901 hektare areal persawahan, seluas 259 hektar padi siap panen dipastikan puso sehingga petani gagal panen. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.
Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD
Jakarta -

Dunia saat ini menghadapi ancaman krisis pangan global. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan mengamankan stok pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nusantara (BPN) atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo mengatakan, pihaknya mengkampanyekan sejumlah program berkaitan dengan Hari Pangan Sedunia. Arief menjelaskan, masyarakat dapat berkontribusi membantu mengurangi potensi krisis pangan dengan menerapkan pola konsumsi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), zero food loss and waste, dan mengkonsumsi pangan lokal kaya gizi seperti telur.

Selain itu, juga kampanye mengurangi Food Loss and Waste atau pemborosan pangan from farm to table. Serta sosialisasi Gerakan Makan Telur Setiap Hari untuk meningkatkan gizi masyarakat serta mengurangi prevalensi stunting, mengingat telur merupakan pangan yang kaya gizi dan terjangkau.

"Kami berharap peringatan Hari Pangan Sedunia ini menjadi tonggak untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu tersebut. Mengingat, saat ini kita berada di tengah potensi krisis pangan global. Walaupun Indonesia jauh dari kriteria krisis pangan karena memiliki stok pangan yang cukup, tapi kita tetap harus waspada," ungkap Arief dalam keterangannya, Minggu (23/10/2022).

Hal itu sejalan dengan program Gelar Pangan Nusantara (GPN) yang digelar oleh NFA pada Sabtu,(22/10/2022), di Universitas Brawijaya, Malang. Arief mengatakan, GPN tahun ini mengangkat tema "Bersama Wujudkan Pangan Kuat, Indonesia Berdaulat". Tema ini merepresentasikan semangat serta ajakan kepada masyarakat dan seluruh stakeholder pangan untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan sebagai pilar bagi tegaknya kedaulatan negara.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadikan Hari Pangan Sedunia sebagai momentum untuk mengisi kembali semangat kita dalam membangun dan memperkuat pangan nasional. Maka dari itu, melalui Gelar Pangan nusantara, Badan Pangan Nasional menggelar rangkaian event yang bersifat edukatif, berbagai lomba yang mendorong kreativitas, hingga hiburan, di mana keseluruhannya mengandung pesan dan kampanye seputar penguatan pangan," katanya.

Untuk memastikan program-program ketahanan pangan berjalan dengan baik, Arief mengajak,seluruh stakeholder pangan dari hulu hingga hilir bersama sektor pentahelix yang terdiri dari Academics, Business, Government, Community and Media terus memperkuat kolaborasi.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Jokowi Bandingkan Harga BBM hingga Gas dengan Negara lain"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT