BoJ Naikkan Suku Bunga, Utang RI Tak Terpengaruh
Sabtu, 15 Jul 2006 14:13 WIB
Jakarta - Kenaikan suku bunga menjadi 0,25 persen yang sudah ditetapkan oleh Bank of Jepang (BoJ) diyakini tidak akan mempengaruhi posisi utang Indonesia. Jepang menerapkan rate khusus untuk negara berkembang.Penegasan itu disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani usai pertemuan membahas Kawasan Ekonomi Khusus di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/7/2006)."Kalau JBIC (Japan Bank for International Corporation) itu sudah ada term-nya, yang mereka biasa kenakan spesifik kepada negara berkembang. Jadi tidak bergerak terhadap kenaikan itu," jelas Sri Mulyani.BoJ pada Jumat, 14 Juli kemarin memutuskan mengakhiri masa suku bunga nol persen yang sudah ditetapkan selama lebih dari lima tahun terakhir. BoJ juga menyatakan akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap untuk kemudian menjaga tingkat suku bunga 'sangat rendah' dalam jangka waktu tertentu. Sebelumnya, Jepang telah menaikkan suku bunga pinjaman dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen. Sementara jumlah dana pendamping dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen. Keputusan itu diambil seiring naiknya peringkat Indonesia dari low income country menjadi lower middle income country.Berdasarkan data dari Ditjen Perbendaharaan Negara, posisi utang Indonesia ke Jepang mencapai porsi utang tertinggi dibandingkan utang ke negara donor lainnya. Hingga 31 Desember 2005, posisi utang pemerintah kepada Jepang mencapai 38,4% dari total pinjaman luar negeri yang mencapai US$ 66,5 miliar atau sekitar US$ 25,5 miliar.
(qom/)











































