Rumitnya Menutup Transaksi Cemex

Rumitnya Menutup Transaksi Cemex

- detikFinance
Minggu, 16 Jul 2006 11:47 WIB
Jakarta - Penutupan transaksi penjualan saham Semen Gresik oleh Cemex Asia Holdings kepada Rajawali Group molor lagi. Padahal, sebelumnya pemerintah berjanji akan menyelesaikan transaksi itu 15 Juli 2006 lalu.Penundaan (closing transaction) penjualan 24,9 persen saham milik Cemex ini sudah kali kedua dilakukan pemerintah. Pada 2 Juli 2006 lalu pemerintah juga sudah meminta pengunduran dan kini tengat waktu dimintakan kembali pada 17 Juli 2006 nanti.Sikap Menneg BUMN Sugiharto ini akhirnya menuai kritik. Pemerintah dinilai tidak tegas dalam menyelesaikan transaksi yang seharusnya sudah selesai sejak beberapa pekan lalu. Sugiharto pun dituding telah cidera janji.Kembali tertundanya penutupan transaksi tentu saja akan menuai persoalan. Dengan kondisi tersebut, tuntutan gugatan Arbitase International yang dilayangkan Cemex tetap berjalan. Selain itu ada hal krusial lainnya lagi sehingga harus diselesaikan transaksi Cemex ini yaitu potensi kerugian pemerintah sekitar US$ 500 juta untuk membayar denda.Anggota Komisi XI DPR Nursanti Nasution angkat bicara soal ini. "Ini bukti pemerintah tidak tegas. Proses arbitase di New York dikhawatirkan akan tetap berjalan," katanya.Kata dia, waktu dalam transaksi ini menjadi sangat krusial dan penutupan transaksi menjadi tidak sederhana karena memerlukan berbagai syarat.Kepada detikcom anggota Komisi XI lainnya Dradjad Wibowo ada 3 hal penting yang harus diperhatikan transaksi ini. "Tiga kunci itu hak istimewa pemegang saham batal, arbitrase tidak boleh dilakukan lagi dan tidak akan dilakukan lagi aksi koorporasi seperti spin off," katanya, Minggu (16/7/2006).Dradjad menilai tertundanya transaksi itu sangat mungkin dikarenakan masih adanya hal-hal teknis yang harus diselesaikan. "Negosiasi di level strategis sebenarnya sudah sepakat namun secara teknis ada beberapa detail yang memakan waktu lama," ujar Dradjad.Dradjad meminta pemerintah jangan lagi tidak serius untuk menyelesaikan transaksi ini. "Jika ada penolakan di level strategis ini berarti pemerintah tidak serius," kata dia.Selain itu juga pemerintah jangan lagi menghambat proses penyelesaian yang saat ini sudah sampai pada hal teknis. "Arbitrase tak dijalankan juga sudah untung, sudah bagus, jangan sampai pemerintah menghambat proses yang sudah ke teknis," ujarnya.Sebelumnya, Dradjad mencurigai ada masalah fundamental yang belum disepakati antara pemerintah dan Grup Rajawali yang dibungkus dalam bahasa teknis sehingga perundingan berjalan alot.Makanya dia mendesak agar perjanjian pemegang saham itu disepakati segera. Tertundanya pembayaran transaksi itu, menurut Managing Director and Business Development Grup Rajawali Darjoto Setiawan karena perjanjian pemegang saham (shareholder agreement) antara Pemerintah RI dan Grup Rajawali belum mencapai kesepakatan.Menurut Darjoto, pembahasan perjanjian hingga kini masih berlangsung antara kuasa hukum kedua pihak, terkait permasalahan hak pemberian suara (voting right)."Perundingan masih dalam proses. Kita berusaha menyelesaikannya malam ini juga. Namun, kalaupun ada kesepakatan, closing transaction kemungkinan Senin nanti," ujarnya Darjoto.Sugiharto merasa secara prinsip tidak ada lagi hal-hal yang prinsip membuat shareholder agreement tidak selesai."Saya melihat sudah tidak ada lagi yang prinsip. Patokan itu sudah saya berikan kepada lawyer dan deputi untuk memastikan bahwa klausul itu memenuhi asas keadilan," katanya."Kita menyetujui saham Cemex dijual ke Rajawali, dengan catatan perjanjian arbitrase dan CSPA ditandatangani. Apakah dilakukan hari yang sama atau tidak diserahkan kepada kuasa hukum," kata Sugiharto.Pada tanggal 3 Mei 2006, Cemex mencapai kesepakatan jual beli 24,9 persen saham Semen Gresik dengan Group Rajawali pada harga US$ 337 juta. Dalam perjanjian itu Cemex memberi waktu 60 hari untuk memberi keputusan eksekusi transaksi jual beli tersebut yang tenggat waktunya jatuh pada 2 Juli 2006. Kemudian, diperpanjang lagi hingga 15 Juli 2006. Dan kini pun harus ditunda lagi hingga 17 Juli 2006 besok.Akankah transaksi itu akan selesai? Kita lihat saja nanti. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads