Israel-Libanon Memanas
Harga Emas Kembali Meroket
Senin, 17 Jul 2006 11:40 WIB
Jakarta - Harga emas dunia kembali melonjak setelah konflik Israel dan Libanon kian memanas. Harga emas telah melonjak hingga 5 persen sejak Israel membombardir Libanon 12 Juli lalu.Memanasnya suku geopolitik di Timur Tengah -- yang merupakan pembeli terbesar kedua untuk logam-logam berharga -- memicu investor untuk memburu emas di tengah anjloknya pasar saham dan melonjaknya harga minyak dunia. Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (17/7/2006), harga emas naik hingga US$ 10,30 (1,6%) ke level US$ 674,45 per ounce, yang merupakan tertinggi sejak 23 Mei.Harga emas menyentuh level tertinggi dalam 26 tahun terakhir pada Mei lalu pada harga US$ 730,40 per ounce. Logam-logam berharga sepanjang tahun ini telah naik 30 persen.Sementara harga perak naik hingga 20 sen atau 1,7 persen menjadi US$ 11,68 dan kini diperdagangkan pada level US$ 11,66, pada pukul 11.15 waktu Sidney."Banyak faktor geopolitik. Kita dapat melihat harga emas akan terdorong ke US$ 700 dan US$ 720. Dan jika segala sesuatunya tidak terkontrol di Timur Tengah, maka (harga emas) bisa naik lebih dari itu," ujar Peter McGuire, Direktur Pelaksana Commodity Warrant Australia di Sidney.Sejumlah investor membeli logam-logam berharga sebagai cadangan yang berharga dipicu oleh beberapa faktor seperti meningkatnya suhu geopolitik, tekanan inflasi, pelemahan harga saham di AS dan Eropa dan juga melonjaknya harga minyak dunia.Selama bulan Juli ini, harga emas telah meningkat 9,4 persen akibat sejumlah faktor seperti memanasnya program nuklir Iran, uji coba rudal Korut dan bom di India. "Kita melihat ada rudal Korea, kisruh nuklir Iran, bom di India dan sekarang krisis di Timur Tengah yang terus meningkat dengan bom ke Libanon dan serangan dari Hizbullah. Orang pun ingin investasi yang aman," ujar Darren Heathcote, Kepala Perdagangan Investec Australia.
(qom/)











































