Pengusaha Cemas soal Resesi Tahun Depan, Zulhas Respons Begini

ADVERTISEMENT

Pengusaha Cemas soal Resesi Tahun Depan, Zulhas Respons Begini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 07:15 WIB
Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) bertemu pengusaha di Wonosobo
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom: Mendag Zulhas bertemu pengusaha di Wonosobo. Pengusaha curhat khawatir soal resesi tahun depan
Wonosobo -

Pengusaha di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengaku sedang menghadapi kondisi sulit. Belum usai dampak pandemi COVID-19, kini mereka dihadapkan oleh ancaman resesi.

Eko Purnomo, pria yang mengaku sebagai direktur CV Mekar Abadi curhat hal itu ke Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Eko menjelaskan, pada 2011 yakni ketika Zulhas menjabat sebagai menteri kehutanan mendatangi tempat usahanya, perusahaan-perusahaan di bidang kayu olahan memiliki prospek yang bagus.

Namun, akhir-akhir ini pengusaha menghadapi tantangan pandemi dan ancaman resesi. Ia pun meminta arahan dari Zulhas untuk menghadapi persoalan ini.

"Kita melihat akhir-akhir ini apalagi dengan pandemi belum usai, juga ditambah awal tahun 2023 itu ada resesi ekonomi itu perdagangan tentunya akan sangat sulit akan kami tempuh," ujar Zulhas di Aula Pabrik Mekar Abadi, Senin malam (31/10/2022).

"Apalagi juga sektor UKM yang ada di Kabupaten Wonosobo saya melihat sektor UKM di Kabupaten Wonosobo hampir ada 50 ribu lebih perajin batik, gula semut, perajin bambu, makanan khas Wonosobo dengan adanya resesi ekonomi ini kita ke depan belum tahu," sambungnya.

Merespons masalah tersebut, Zulhas mengatakan UMKM kini menghadapi kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan kini soal resesi.

"Nah oleh karena itu kita harus bekerja keras, satu. Kedua, kerja sama kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, pemerintah pusat, perwakilan kita luar negeri agar kita bisa memperluas pasar," ujarnya.

Ia mengatakan, selain penguatan pasar dalam negeri, pasar luar negeri juga harus diperkuat. Dia mengatakan, jika dulu Indonesia hanya menyasar pasar tradisional seperti Singapura, Eropa dan Amerika, kini pasar diperluas ke Asia Selatan seperti India, Bangladesh dan Pakistan. Kemudian, di Timur Tengah ada Arab Saudi, Qatar, Irak, Iran dan lainnya. Begitu juga dengan kawasan Afrika, Eropa Timur hingga Amerika Latin.

"Dan di dalam negeri kuncinya kerja sama, tanpa kerja sama ya nggak bisa. Jadi saya optimis kalau kita kerja sama yang keras, kita memperluas pasar baik dalam negeri maupun luar negeri kita akan tetap survive," tambahnya.

Lihat juga Video: Dua Mata Pisau Resesi Bagi Pengusaha

[Gambas:Video 20detik]




(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT