Kopi RI Diborong AS hingga Belgia, Ekspornya Mau Digeber Pakai Cara Ini

ADVERTISEMENT

Kopi RI Diborong AS hingga Belgia, Ekspornya Mau Digeber Pakai Cara Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 06:35 WIB
Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.
Ilustrasi Panen Kopi/Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Jakarta -

Indonesia menjadi salah satu eksportir kopi dengan negara tujuan utama Amerika Serikat (AS). Nilai ekspor kopi Indonesia ke AS US$ 183,69 juta atau 55,63% dari total ekspor kopi nasional pada Januari-Agustus 2022.

Kemudian Mesir menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan ekspor kopi Indonesia dengan nilai US$ 50,47 juta. Selanjutnya, negara tujuan ekspor kopi Indonesia terbesar berikutnya, Belgia dengan nilai sebesar US$ 45,17 juta.

Saat ini kopi robusta masih mendominasi ekspor kopi Indonesia karena paling banyak ditanam dan rasanya khas dengan wangi tembakau. Namun demikian, aroma kopi Arabica nusantara juga tak kalah wangi di dunia.

Kopi Gayo dan Mandailing adalah beberapa jenis kopi yang paling disukai oleh masyarakat di AS. Bahkan kopi Arabica Jawa Barat menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso menyampaikan kopi menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. LPEI memiliki program Desa Devisa Klaster Kopi yang meliputi pendampingan kepada para petani dengan fokus penguatan proses produksi dan perluasan akses pasar dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi petani kopi dan memperluas area pemasaran kopi hingga ke pasar ekspor.

"Kolaborasi kami dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Astra akan memberikan pendampingan kepada 7.541 petani di 82 Desa yang berada di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur," jelas Riyani dalam keterangan tertulis, Selasa (1/11/2022).

Desa Devisa Klaster Kopi LPEI berlokasi di Kintamani, Pupuan, Garut, Takengon, Semarang, Temanggung, Bondowoso, Banyuwangi, Malang dan Manggarai Timur. Program desa devisa merupakan program jangka panjang untuk menyesuaikan gap saat ini dengan indikator kunci pemberdayaan masyarakat.

Kepala Divisi Indonesia Eximbank (IEB) Institute, Rini Satriani menyampaikan Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan total produksi tahun 2020 tercatat mencapai 762,38 ribu ton, meningkat dari 752,51 ribu ton.

"Dari total 762,38 ribu ton tersebut, mayoritas produksi kopi nasional dihasilkan dari provinsi Sumatera Selatan (198,95 ribu ton), Lampung (117,31 ribu ton), Sumatera Utara (76,60 ribu ton), Aceh (73,42 ribu ton) dan Bengkulu (62,28 ribu ton). Sementara wilayah dengan sebaran eksportir nasional terbesar berada di Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Aceh," jelas Rini.

Lihat juga Video: Mencicipi Kopi di Festival Coffee Rajadesa Art and Culture

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT