BP Migas: Cadangan Gas Kaltim Tidak Cukup
Selasa, 18 Jul 2006 14:49 WIB
Jakarta -
Cadangan gas di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak bisa mencukupi permintaan gas dari dalam dan luar negeri. Sementara permintaan terus naik meskipun cadangan di Kaltim cukup banyak. "Kaltim itu punya cadangan yang cukup banyak dan sumber gas itu dipakai untuk LNG. Sisa suplai gas dari LNG yang tersedia ternyata tidak menucukupi permintaan. Bahkan permintaan jauh lebih tinggi," kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Kardaya Warnika.Hal itu diungkapkan Kardaya, dalam jumpa pers di kantor BP Migas, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Selasa (18/7/2006).Namun Kardaya tak mau mengaitkan pernyataannya itu dengan kemenangan PT Bakrie Brothers atas tender hak khusus pipanisasi gas Kaltim-Jawa Tengah (Jateng).Soal cadangan gas menjadi polemik serius sebelum tender hak khusus pipanisasi itu dibuka oleh Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). Pasalnya, cadangan itu terkait dengan gas yang akan disalurkan melalui pipa sepanjang 1.200 kilometer itu.Menurut Kardaya, pemakaian gas paling banyak di Kaltim terutama untuk kilang LNG, pabrik pupuk industri dan PLN. "Permintaan itu semua ternyata tidak bisa dipenuhi," kata Kardaya.Untuk itu, ungkap Kardaya, jika memang proyek pipanisasi itu jalan, maka haru dilakukan prioritas kemana gas itu akan disalurkan. "Tentunya ini sudah menjadi keputusan pemerintah. Pemerintah yang memutuskan siapa yang bisa mendapat prioritas," tuturnya.Selain masalah kurang bisanya memenuhi permintaan pembeli, terdapat pula penurunan prediksi produksi gas dari salah satu KPS di Kaltim."Chevron tengah mengajukan review cadangan gasnya. Soalnya cadangan yang ada saat ini lebih rendah dari yang pernah disertifikasi sebelumnya," ujarnya.Namun Kardaya menolak untuk menyebutkan berapa besar cadangan yang disertifikasi sebelumnya. "Saya tidak tahu karena datanya tidak bawa. Nanti saya takut salah bicara kalau tidak ada datanya," katanya.
(ir/)










































