Perjalanan Holywings: dari Awal Berdiri, Berkasus hingga Kini Ganti Nama?

ADVERTISEMENT

Perjalanan Holywings: dari Awal Berdiri, Berkasus hingga Kini Ganti Nama?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 18:45 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meninjau kondisi Holywings Gunawarman, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Tinjauan tersebut dilakukan di salah satu gerai Holywings di kawasan Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Salah satu gerai kelab malam Holywings yang sempat ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta di Gatot Subroto kabarnya akan dibuka lagi. Namun, kelab yang akan dibuka saat ini berbeda namanya dan tidak membawa embel-embel Holywings.

Kelab itu punya nama baru yaitu W Superclub. Belum jelas apakah kelab malam ini memiliki afiliasi dengan Holywings atau tidak. Satpol PP DKI Jakarta sendiri sudah membuka segel Holywings Gatot Subroto Club V yang menyatakan bangunan itu sudah ditutup. "Pelepasan segelnya iya," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat dimintai konfirmasi, Selasa (1/11/2022).

Arifin menuturkan pihaknya telah lama mendapat permintaan pencabutan segel. Saat itu pengelola Holywings beralasan hendak melakukan perawatan gedung.

Kendati begitu, Arifin menyebut penerbitan izin operasional bukan menjadi kewenangan Satpol PP. Dia lantas meminta agar ditanyakan kepada PTSP DKI Jakarta maupun Disparekraf DKI Jakarta.

Nah saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Benni Aguscandra menjelaskan pihaknya tak membekukan lokasi Holywings sehingga lokasi tersebut memungkinkan untuk digunakan untuk usaha lainnya.

"Tadinya memang perusahaannya Holywings, tetapi kami tidak mau membekukan lokasinya, lokasinya memang memungkinkan untuk kegiatan usaha, ya misal orang lain yang mengajukan, ya silakan saja sejauh dia memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Benni.

Sedangkan izin usaha sepenuhnya diterbitkan oleh online single submission (OSS). Benni pun akan memastikan apakah W Superclub berafiliasi dengan Holywings. Kemungkinan besar dia menyebutkan kelab malam baru ini tak terafiliasi Holywings.

Awal Mula Holywings

Perjalanan Holywings sendiri cukup panjang hingga berkasus di pertengahan tahun lalu. Dalam catatan detikcom, Holywings berdiri pada 2014 yang bisnisnya menaungi beer house, lounge, dan klab malam.

Mungkin tak banyak yang tahu, jika gemerlap kehidupan malam Holywings bermula dari sebuah kedai yang menjual nasi goreng, namanya Kedai Opa di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hal itu pernah diungkapkan oleh Co-Founder Holywings Ivan Tanjaya, dalam sebuah wawancara dikutip detikcom dari akun YouTube Holywings. Dia merintis bisnis tersebut bersama Eka Setia Wijaya.

"Nggak langsung Holywings. Tapi yang waktu nggak langsung Holywings yang gua nyoba F&B; itu namanya Kedai Opa. Itu gua berdua sama Eka (salah satu owner). Berdua sama Eka, di Kelapa Gading (jalan) tiga bulan (konsepnya) nasi goreng," kata Ivan.

Kedai nasi goreng tersebut berdiri di sebuah ruko. Sayangnya hanya bertahan selama tiga bulan karena bisnis tersebut sulit berkembang. Akhirnya dia dan Eka mengambil langkah 'seribu' dan memutuskan untuk mengubah konsep bisnis. Keduanya mengajak tiga rekannya untuk membangun bisnis Holywings.

Berkat itu Holywings mulai berhasil mengepakkan saya kesuksesannya. Bahkan kesuksesan Holywings membuat ini berhasil pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun kepincut.

Pada Mei 2021 lalu, dia mengumumkan menjadi pemegang saham Holywings bersama artis Nikita Mirzani. Hotman Paris mengaku sampai mencairkan empat depositonya untuk membeli saham Holywings.

Lanjut di halaman berikutnya untuk mengingat lagi kasus penistaan agama yang menimpa Holywings.

Simak juga Video: Heboh Guru di Depok 'Digeruduk' Usai Singgung HRS dan Holywings

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT