Pertamina & PLN Sudah Kantongi Duit Kompensasi, APBN Defisit?

ADVERTISEMENT

Pertamina & PLN Sudah Kantongi Duit Kompensasi, APBN Defisit?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 19:17 WIB
Petugas menyusun uang di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Jumat (17/6/2016). Bank BUMN tersebut menyiapkan lebih dari 16.200 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk melayani kebutuhan uang tunai saat lebaran. BNI memastikan memenuhi seluruh kebutuhan uang tunai yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 62 triliun atau naik 8% dari realisasi tahun sebelumnya. (Foto: Rachman Harryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku sudah membayar kompensasi BBM kepada PT Pertamina (Persero) dan kompensasi listrik kepada PT PLN (Persero). Total yang dibayar Rp 163 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan kompensasi sudah dicairkan pada 31 Oktober 2022. Rinciannya Rp 132,1 triliun untuk Pertamina dan Rp 31,2 triliun untuk PLN.

"(Uang negara Rp 1.200 triliun di kuartal III) sudah berkurang Rp 163 (triliun) karena kita bayar kompensasi kemarin. Sudah, sudah, kemarin sudah kita bayar," kata Isa kepada wartawan di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2022).

Lantas apakah APBN Oktober 2022 akan defisit? Mengingat surplus APBN pada September 2022 hanya Rp 60,9 triliun.

Isa memperkirakan APBN Oktober 2022 belum akan defisit meski ada pengeluaran besar untuk bayar kompensasi. Hal ini ditopang oleh pendapatan negara yang masih cukup bagus dan pengeluaran yang memang sudah direncanakan.

"Dugaan saya masih surplus kalau Oktober ya. Kalau penerimaannya jauh lebih banyak dari pengeluarannya ya akhirnya nambah lagi kan, ya paling nggak 0 lah. Bisa impas. Nanti kita lihat," imbuhnya.

"Pokoknya yang Oktober ini belanja berjalan sesuai dengan yang kita perkirakan, belum akan membuat menjadi defisit nampaknya, kita lihat nanti," tambahnya.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT