Pertamina dan Aramco Diminta Mempercepat Proses Bisnis

Pertamina dan Aramco Diminta Mempercepat Proses Bisnis

- detikFinance
Selasa, 18 Jul 2006 15:29 WIB
Jakarta - Pertamina dan Aramco telah sepakat untuk membangun kilang minyak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut kesepakatan awal itu. Untuk itu, Menneg BUMN Sugiharto mendesak agar kedua perusahaan minyak itu mempercepat proses bisnis."Kita minta bisnis proses antara Aramco dan Pertamina dipercepat. Hambatan apa yang bisa diselesaikan akan dibantu," jelas Sugiharto usai bertemu mendampingi Dubes Arab untuk Indonesia bertemu Wapres di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (18/7/2006).Sugiharto mengakui bahwa proyek tersebut baru dibicarakan di tingkat kedua pemimpin negara yakni antara Presiden SBY dan Raja Arab Saudi. Namun sejauh ini sudah dilakukan berbagai lobi baik ke duta besar maupun Aramco sendiri. "Agustus yang akan datang Pertamina baru akan diundang ke sana," ungkapnya. Rencananya, Aramco akan 'disediakan' tempat yakni Petro Chemical Complex di Tuban yang memang diperuntukkan bagi kilang minyak dan akan memroduksi minyak 400 ribu barel dengan investasi US$ 3-4 miliar. "Jadi tidak ada masalah. Jadi masalahnya memang keputusan kontraknya," jelasnya.Diakui Sugiharto, pembangunan kilang tidak lah mudah dan memerlukan studi kelayakan yang komperehensif. Pembangunannya pun tidak bisa lebih cepat dari 36 bulan. Dan pelaksanaanya diserahkan secara bussiness to bussiness antara Pertamina dan Aramco."Saya kemarin telpon Dirut Pertamina. Dia katakan mereka diundang bulan Agustus akan ada CEO Forum disana. Mudah-mudahan disitu ada perjanjian yang konkrit," ujarnya.Ia juga merasa optimistis kerjasama Pertamina dan Aramco ini bisa terwujud. "Karena ini pernyataan kedua kepala negara saya tentu lebih optimis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dubes juga tadi mengatakan, suasana batin untuk berinteraksi dengan perusahaan di sana lebih baik," tandasnya.Sugiharto sendiri rencananya akan hadir dalam investor forum di Timur Tengah dalam rangka mengejar proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads