Santer Paksa Karyawan Resign dan Ganti Rugi, Bos Goods Dept Buka Suara

ADVERTISEMENT

Santer Paksa Karyawan Resign dan Ganti Rugi, Bos Goods Dept Buka Suara

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2022 16:20 WIB
Brightspot Market dan BTPN memperkenalkan Jenius Live x Brightspot Market of the Future. Peluncuran dihadiri Co Founder Brighspot Market and the Goods Dept Anton Wirjono dan Deputy President Director BTPN Djemi Suhenda.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Viral di media sosial brand lokal The Goods Dept dan Erigo diduga memaksa puluhan karyawan untuk mengundurkan diri dan ganti rugi lebih dari Rp 30 juta per orang. Founder & CEO The Goods Dept Anton Wirjono, buka suara soal ramainya informasi yang heboh di media sosial tersebut.

Anton menjelaskan, hal yang ramai tersebut sedang diproses dalam rapat internal perusahaan. Ia memastikan direksi dari The Goods Dept akan memberikan penjelasan secara resmi.

"Keterangannya dari direksi, saya sekarang kan aktifnya di Brightspot, walaupun saya foundernya (The Goods Dept). Jadi nanti mereka yang akan clarify," jelasnya saat ditemui di sela-sela acara Brightspot Market, di Plaza Senayan, Jumat (4/11/2022).

Lebih lanjut, Anton menjelaskan dirinya belum bisa memberikan statement apakah informasi yang beredar itu benar atau tidak. Ia sendiri memastikan telah memberikan arahan kepada direksi The Goods Dept untuk cepat memberikan keterangan resmi ke publik.

"Saya lagi nunggu penjelasan dari direksi, jadi saya belum bisa membuat statement. Mereka yang akan membuat statement. Semua juga dalam proses gitulah masih diluruskan. Saya sudah bilang musti cepat-cepat ada statement," tutupnya.

Sebagai informasi, media sosial dihebohkan kabar sebuah brand lokal diduga memaksa lebih dari 30 karyawan untuk mengundurkan diri atau ganti rugi kurang lebih Rp 30 juta/orang. Ironisnya lagi, pegawai yang mengundurkan diri tidak digaji dalam kerjanya di 1 bulan terakhir.

Hebohnya informasi tersebut, netizen ada yang mengaitkannya dengan The Goods Dept dan juga Erigo. Hal itu diketahui dari curhatan salah satu pegawai. Alasan perusahaan melakukan itu karena terdapat banyak barang minus di store setelah dilakukan stock opname pada 19-20 Oktober 2022 yang hasilnya keluar dalam 3 hari.

"Hasilnya juga membuat kita Tim Operational Store kaget karena terdapat banyak minus. Total minus dari Store kami sebanyak 1.000 lebih setelah di compare dengan data Stock Card di Sistem. Kami selaku Tim Operational Store tidak tinggal diam dengan hasil minus tersebut," cuit akun @*i*hL*r*sa*i dikutip detikcom, Jumat (4/11/2022).

(ada/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT