TV Analog 'Disuntik Mati', Penjualan TV Digital Jadi Laris Manis

ADVERTISEMENT

TV Analog 'Disuntik Mati', Penjualan TV Digital Jadi Laris Manis

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 05 Nov 2022 19:00 WIB
Perbandingan TV digital dan analog
Perbandingan TV digital dan analog/Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Pemerintah secara resmi telah menghentikan siaran TV analog pada 2 November kemarin. Hal ini membuat para pemilik TV 'tabung' itu mencari alternatif lain agar tetap bisa menonton siaran tv, salah satunya yakni beralih ke TV digital.

Salah satu sales toko elektronik di Tebet, Pras mengatakan, dalam beberapa hari ini terlihat peningkatan jumlah pembeli TV. Tidak sedikit dari mereka yang membeli dengan alasan beralih dari TV analog, imbas dari kebijakan pemberhentian saluran tv tersebut.

"Banyak yang ganti juga, penjualan TV digital juga naik. Iya, mereka bilang beralih dari TV analog," kata Pras kepada detikcom di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11/2022).

Pilihannya pun bervariasi, Pras mengatakan, ada yang membeli TV murah dan ada pula yang bahkan mencari TV paling mahal dengan ukuran yang bervariasi.

Tidak hanya itu, Pras mengaku, produk Set Top Box (STB) juga ludes terjual. STB yang tersedia di tokonya ialah merek Sharp seharga Rp 399 ribu. Pras tidak dapat memastikan berapa jumlah produk yang terjual, namun ia mengatakan peningkatan animo masyarakat terhadap STB mulai terasa bahkan sebelum pemerintah resmi mencabut siaran TV analog.

Susana serupa juga dirasakan di toko elektronik di SCBD. Salah satu sales TV Sharp mengatakan, peningkatan penjualan TV bahkan sudah terasa saat pemerintah baru mengumumkan rencana penghentian siaran TV 'tabung' itu.

"TV lumayan meningkat. Sebelum mau dihapuskan, baru info-infonya, isu-isunya aja udah lumayan. Beberapa minggu ini 10 nyampe, lebih banyak," katanya kepada detikcom.

Untuk produk yang paling laku di gerainya, Ia menyebut, produk android TV 42 inch menjadi yang paling banyak dicari pengunjung. Alasannya, kebanyakan pembeli tidak hanya ingin membeli TV digital secara tanggung, tetapi juga mencari fiturnya.

"Untuk yang itu, harganya di Rp 4,399 juta. Di sini juga ada promo trade in, kalau ada TV rusak atau TV tabung, atau merek apapun, ukuran apapun, tukar di sini sama 42 inch yang android ini kita kasi potongan Rp 400 ribu," jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh sales TV Polytron, masih di lokasi yang sama. Meski keputusan membeli TV relatif sesuai kebutuhan, tidak sedikit dari masyarakat yang tidak mau tanggung-tanggung dan langsung memilih smart TV atau android TV.

"Relatif, tapi rata-rata carinya yang smart TV. Kalau pembeli sini mah nggak tanggung-tanggung. Kalau mereka anggap bagus, ya dibeli gimana juga harganya," jelasnya.

Polytron merupakan merek lokal dengan kisaran harga paling murah, di mana untuk TV digitalnya mulai dibanderol Rp 1,8 jutaan untuk ukuran 32 inch. Sedangkan untuk smart TV, berada di kisaran Rp 2,5-6,09 jutaan.

Sementara itu, merek Samsung menjadi salah satu merek yang paling banyak diincar konsumen, bersama dengan Sony dan LG. Salah seorang sales TV Samsung mengatakan, produk yang paling diincar ialah Samsung Smart UHD 43 inch seharga Rp 4,3 jutaan.

"Ini yang paling banyak dicari beberapa hari ini. Apalagi, di masa transisi sekarang dari TV analog. Soalnya resolusi juga dicari memang," katanya.

Selaras dengan sales Sharp sebelumnya ia juga menyebut peningkatan penjualannya sudah mulai terasa bahkan seminggu sebelum tanggal 2 November. Sebagai salah satu merek yang paling laku di Electronic City SCBD, total penjualan semua produknya bisa mencapai Rp 20 miliar dalam sebulan.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT