Petani Tebu Minta Harga Dasar Gula Naik, Jokowi Mau Panggil Menteri

ADVERTISEMENT

Petani Tebu Minta Harga Dasar Gula Naik, Jokowi Mau Panggil Menteri

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 06 Nov 2022 10:00 WIB
Jokowi Bareng Petani Tebu di Mojokerto
Presiden Joko Widodo bareng petani tebu di Mojokerto/Foto: istimewa
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan dialog langsung dengan petani tebu di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, petani tebu menyampaikan berbagai harapan kepada Jokowi, salah satunya meminta dinaikan harga dasar gula.

Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu petani tebu bernama Madiarto. Permintaan itu atas dasar karena ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Apakah mungkin harga dasarnya (gula) ini ditingkatkan, karena bensinnya naik pak. Barangkali Pak Presiden..." ujar Mardianto secara langsung kepada Jokowi, dikutip dari unggahan di Sekretariat Presiden, Sabtu (5/11/2022).

Jokowi pun menanyakan saat ini berapa harga dasar gula. "Niki pinten toh (sekarang berapa?)" tanya Jokowi.

"Sekarang ini Rp 11.500," jawab Mardianto.

Jokowi berjanji akan membahas kenaikan harga dasar gula dengan menterinya.

"Oke nanti rapat dengan menteri," ujar Jokowi.

Mardianto memastikan, jika kenaikan harga dasar gula dinaikan, maka panen tebu yang hanya setahun sekali akan memakmurkan nasib petani.

"Nggih pak Presiden, kalau dihitung nanti petani bisa jaya lagi. Panen satu tahun sekali, kalau satu tahun sekali, uangnya sedikit. Nanti kalau disetujui bapak, mudah-mudahan bunganya bisa ditingkatkan, bersamaan dengan naiknya sparepart dan lain-lain," lanjutnya.

Harga Pupuk Mahal

Keluhan lain yang disampaikan Mardianto adalah mahalnya harga pupuk. Ia mengatakan sebenarnya sarana untuk petani tebu saat ini cukup terpenuhi, mulai dari bibit hingga pupuk.

"Alhamdulillah sarananya sudah dipenuhi oleh PTP, bibitnya sudah, pupuknya sudah walaupun agak mahal Pak Presiden," ujarnya.

Jokowi merespon keluhan tersebut dengan mengakui bahwa saat ini harga pupuk di seluruh dunia juga mahal. Penyebabnya adalah karena bahan baku pupuk dari Ukraina dan Rusia yang saat ini tengah perang.

"Pupuk seluruh negara baru semuanya mahal. Baru semuanya mahal, problem," kata Jokowi sambil tertawa.

"Karena bahan baku pupuk itu dari Ukraina sama Rusia. Lagi perang," tuturnya.

Mardianto berharap pemerintah bisa membantu memenuhi kebutuhan pupuk yang tengah mahal. "Tetapi ini bisa dibantu dari pabrik lagi untuk kita dan kawan-kawan, Pak Presiden," pinta petani.



Simak Video "Duduk Bareng Jokowi, Petani Tebu di Mojokerto Curhat soal Harga Pupuk"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT