PTPN V Siap Jadi Pilot Project Revitalisasi Perkebunan
Rabu, 19 Jul 2006 16:41 WIB
Pekanbaru - PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) bakal ditunjuk sebagai pilot project program revitalisasi peremajaan dan perluasan 2 juta hektar perkebunan sawit di Sumatera. BUMN ini pun mengaku siap melaksanakan revitalisasi tersebut. Demikian ditegaskan, Direktur SDM dan Pengembangan PTP Nusantara V, Marzan Uztha, Rabu (19/7/2006) kepada detikcom, di ruang kerjanya, Jl Rambutan, Pekanbaru.Penegasan ini terkait komentar Deputi II Bidang Pertanian dan Perikanan kantor Menko Perekonomian, Bayu Krisna Murti yang menyebut rencana program revitalisasi perkebunan untuk tiga komoditi untuk memperluas dan meremajakan dua juta hektar tanaman perkebunan di Sumatera dan Kalimantan. "Bila memang kita ditunjukan sebagai pilot project di Sumatera, kita akan mempersiapkan segala sesuatunya, untuk terlaksananya program revitalisasi tersebut. Tentunya semua ini harus ada suport pemerintah pusat. Sebab, rencana skala nasional ini memerlukan koordinasi yang baik dengan sejumlah pihak," urai Marzan. Ia menambahkan, meski wacana tersebut telah didengungkan, namun pihaknya belum menerima secara konkrit draf program dalam pelaksaan di lapangan. Sehingga PTPN V sendiri belum mengatahui secara pasti berapa luasan perkebunan yang akan dikembangkan di Riau khususnya. "Besok kita baru akan rapat dengan Menko Ekuin untuk membahas program revitalisasi tersebut. Dari pertemuan itu, nantinya mungkin baru akan diketahui dimana saja letak pengembangan program di Sumatera," kata Marzan. Untuk wilayah Riau, kata Marzan, pelaksanaan revitalisasi perkebunan tersebut sangat memungkinkan karena setidaknya ada 200 ribu hektar lahan yang sudah berizin namum belum dikelola secara optimal. "Bila lahan-lahan terlantar di Riau bisa dioptimalkan, saya yakin, program ini akan bisa terlaksana dengan baik di Riau. Tentunya, kami juga berharap, revitalisasi ini harus mengikutkan sertakan masyarakat sebagai mitra. Pola kemitraan ini, akan mengeliminir persoalan yang akan timbul dibelakangan hari," jelasnya. Marzan menambahkan, ada tiga provinsi yang masih ideal melaksanakan revitalisasi tersebut. Terkecuali Riau, Provinsi Jambi dan Bengkulu juga sangat potensial tempat pengembangan perkebunan. Namun ditiga wilayah ini, paling cocok merupakan perkebunan kelapa sawit. "Untuk pengembangan kakao, rasanya kurang bagus. Sebab, tanaman jenis KKO ini harus dilokasi yang sejuk," jelasnya. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat, membuat kebijakan nasional melalukan revitalisasi perkebunan, menyangkut 3 komoditi, yakni kelapa sawit, karet dan kakao. Program revitalisasi 2 juta hektar ini, akan dilakukan Kalimantan dan Sumatera. Dalam program ini, pemerintah akan memberikan insentif kepada petani berupa pemberian kredit lead consortium Bank BRI dengan bunga tetap 10 persen per tahun. Sedangkan sisa bunga yang ditetapkan, nantinya menjadi tanggungan petani yang memeperoleh 4 hektar lahan perkebunan.
(qom/)











































