Pemerintah Ajukan 3 Skenario Subsidi Listrik
Rabu, 19 Jul 2006 17:19 WIB
Jakarta - Pemerintah mengajukan tiga skenario alokasi subsidi kelistrikan dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2006 yang akan dibahas bersama DPR.Usulan itu diajukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat raker dengan Komisi VII di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/2006).Ketiga skenario itu adalah dengan mengasumsikan rata-rata harga BBM yang digunakan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).Menurut Purnomo, jika diasumsikan harga BBM pada Agustus 2006 sama dengan Juli dan September-Desember 2006 sebesar Rp 4.896 per liter, maka subsidi yang diajukan Rp 31,246 triliun.Skenario kedua, lanjut Purnomo, jika asumsi harga BBM pada Agustus 2006 sama dengan Juli dan September-Desember 2006 sebesar Rp 5.217 per liter, maka subsidinya Rp 32,21 triliun."Opsi terakhir adalah kalau harga minyak di APBN-P 2006 adalah sebesar US$ 62 per barel, maka subsidinya menjadi Rp 35,2 triliun," katanya.Pemerintah juga mengajukan produksi minyak dalam APBN-P sebesar 1.050.000 barel per hari dan volume BBM bersubsidi 2006 sebesar 41,578 juta kiloliter. "Memang realitasnya sekarang ini konsumsi BBM bersubsidi cenderung menurun, namun kita tetap asumsikan 41,578 juta kiloliter," ungkap Purnomo.Purnomo juga mengajukan tambahan anggaran Departemen ESDM dalam APBN-P 2006 sebesar Rp 292,58 miliar.Tambahan anggaran itu berupa dana pendamping rupiah murni bagi investasi di sektor kelistrikan senilai Rp 251,5 miliar, rehabilitasi pascagempa di Yogyakarta dan Jateng Rp 35,08 miliar dan investasi di sektor hulu, hilir dan pendukung migas Rp 6 miliar. "Seharusnya anggaran kelistrikan masuk ke Anggaran PLN (APLN), namun karena tidak adanya kenaikan TDL (tarif dasar listrik), maka masuk ke APBN Perubahan," jelas Purnomo.
(ir/)











































