Badai PHK Bukan Isapan Jempol! Ini Data Kemnaker

ADVERTISEMENT

Badai PHK Bukan Isapan Jempol! Ini Data Kemnaker

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 21:21 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengunkapkan peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Maret 2022 ke September 2022. Menurut data Kemnaker sempat terjadi lonjakan angka PHK yang signifikan pada puncak pandemi COVID-19, mencapai 9.000 kasus

Kemudian bisa ditekan hingga tinggal 1.210 kasus di Maret 2022.

"Kemudian terjadi peningkatan sedikit sampai September 2022 sejumlah 1.428 kasus, ini masih outstanding kasus yang kami mediasi bersama seluruh mediator hubungan industrial di dinas dinas tenaga kerja dan di Kemenaker," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri dalam Konferensi Pers Capaian Pertumbuhan Ekonomi triwulan III, Senin (7/11/2022).

Dengan demikian terjadi peningkatan sebanyak 218 kasus. Indah juga menyampaikan soal angka potensi kasus PHK. Di mana pada 2020, angkanya sangat tinggi yakni di 386.877. Angka ini turun cukup drastis di Maret 2022 menjadi 1.515 potensi kasus.

"Terjadi peningkatan tetapi belum terlalu signifikan, tapi masih kami perjuangkan oleh mediator hubungan industri. Kita tahan laju atau angka peningkatan PHK tersebut," jelas Indah.

Data-data tersebut berasal dari Dinas Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia, serta Badan Penelitian Pengembangan Kemenaker.

"Kemenaker bersama serikat pekerja dan serikat buruh dan juga asosiasi pengusaha terus mengedepankan dialog untuk benar-benar mencegah PHK dan PHK menjadi jalan paling akhir," lanjutnya.

Sebagai tambahan informasi, Indah juga memaparkan data ketenagakerjaan per Agustus 2022. Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2022 sebanyak 143,72 juta orang, naik 3,57 juta orang dibanding Agustus 2021.

Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 135,30 juta orang, naik 4,25 juta orang dari Agustus 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 1,57 juta orang. Hanya Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang yang mengalami penurunan, yaitu sebesar 0,05 juta orang.

Kemudian persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,39% poin dan 1,77% poin dibandingkan Agustus 2021. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86%, turun sebesar 0,63% poin dibandingkan dengan Agustus 2021.

Lihat Video: Induk Facebook Dikabarkan Akan PHK Massal

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT