Sederet Bantahan Produsen Migor yang Dituding KPPU Main Mata Soal Harga

ADVERTISEMENT

Sederet Bantahan Produsen Migor yang Dituding KPPU Main Mata Soal Harga

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 08:15 WIB
Infografis 27 perusahaan jalani sidang kasus minyak goreng di KPPU
Foto: Infografis detikcom/Denny
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melanjutkan persidangan perkara minyak goreng dengan 27 perusahaan. Dalam sidang lanjutan yang diadakan Senin (7/11), yang diagendakan untuk penyampaian tanggapan 27 perusahaan yang disertai alat bukti.

Perusahaan minyak goreng, memberikan sejumlah pembelaan atas dugaan yang disampaikan oleh investigator KPPU dalam Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP). Ada dua dugaan yang merupakan hasil investigasi KPPU.

Investigator menyebut para terlapor diduga melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 5, di mana mereka diduga secara bersama-sama menaikkan harga minyak goreng kemasan pada periode bulan Oktober 2021 hingga Desember 2021 dan periode bulan Maret 2022 hingga Mei 2022.

Selain itu, para terlapor juga diduga melanggar Pasal 19 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dengan melakukan pembatasan peredaran dan atau penjualan minyak goreng kemasan yang terjadi secara serentak dalam waktu yang sama pada periode bulan Januari 2022 hingga Mei 2022.

Atas tuduhan itu, 27 perusahaan pun menyampaikan pembelaannya. Berikut pembelaan perusahaan minyak goreng:

1. Bantah Kongkalikong Kenaikan Harga Migor

Produsen minyak goreng membantah hasil investigator KPPU yang menyebut salah satunya sengaja menaikkan harga minyak goreng saat periode bulan Oktober 2021 hingga Desember 2021, serta periode bulan Maret 2022 hingga Mei 2022.

Seperti yang disampaikan kuasa hukum dari PT Incasi Raya sebagai Terlapor V dan PT Selago Makmur Plantation sebagai Terlapor VI. Ia menyebut alasan dari kenaikan harga pada periode yang dimaksud karena ada kenaikan crude palm oil (CPO) dunia.

Sementara pada periode Februari hingga 16 Maret 2022, perusahaan dipaksa oleh pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi yang kala itu ditetapkan.

"Ketika di 16 Maret 2022 pemerintah mencabut HET, telapor 5 dan 6 menaikkan harga dikembalikan dengan harga acuan keekonomian. (Sebelumnya) Februari 2022 hingga 16 Maret 2022 menjual dengan HET perusahaan sudah dalam keadaan jual rugi. Ketika dicabut, menaikkan harga keekonomian, investigator artinya berharapnya perusahaan rugi mulu, konyol," jelas kuasa hukum dari terlapor V dan VI.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT