Kereta Babaranjang 'Adu Banteng' di Lampung, Jalur KA Bisa Dilewati Terbatas

ADVERTISEMENT

Kereta Babaranjang 'Adu Banteng' di Lampung, Jalur KA Bisa Dilewati Terbatas

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 11:12 WIB
Tabrakan kereta api batu bara di Stasiun Rengas, Lampung Tengah.
Kereta Babaranjang 'Adu Banteng' di Lampung, Jalur KA Bisa Dilewati Terbatas/Foto: Tommy Saputra/detikSumut
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan Kereta Api yang terganggu perjalanannya akibat kecelakaan KA Barang di Stasiun Rengas, Bandar Lampung. Pada pukul 02.25 dini hari tanggal 07 November 2023.

Kabag Humas Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih menyebut tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, namun perjalanan KA di jalur emplasmen Stasiun Rengas sempat terganggu.

"KAI Divre IV Tanjungkarang memohon maaf kepada seluruh stakeholder akibat gangguan perjalanan tersebut. Kami sampaikan, bahwa saat ini jalur tersebut sudah dapat dilalui sejak Senin (7/11) pukul 14.40 dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api baik penumpang dan barang mulai kembali normal," ujar Jaka dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11/2022).

Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, KAI akan terus melakukan normalisasi pada lokasi tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal.

Terkait penyebab kejadian, saat ini KAI masih melakukan investigasi dan pengecekan berbagai temuan yang ada. KAI akan mengecek secara menyeluruh terkait penerapan SOP serta keandalan sarana dan prasarana yang ada pada kejadian tersebut.

BUMN kereta itu akan melakukan audit secara detail, melakukan evaluasi, serta menerapkan langkah-langkah preventif sehingga kejadian ini tidak terulang.

Saat ini, untuk perjalanan KA Ekspres Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati sudah beroperasi kembali, namun untuk KA Kualastabas relasi Tanjungkarang-Baturaja masih belum dioperasikan.

"Saya atas nama manajemen dan seluruh jajaran KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seluruh stakeholder. Kami akan berupaya maksimal agar perjalanan KA dapat kembali normal dan kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari," tutup Jaka.

(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT