Begini Cara WhatsApp Dapatkan Duit, Sudah Tahu Belum?

ADVERTISEMENT

Begini Cara WhatsApp Dapatkan Duit, Sudah Tahu Belum?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2022 08:35 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp/Foto: Getty Images
Jakarta -

Hampir semua orang di Indonesia saat ini menggunakan WhatsApp, apalagi di kota-kota besar. Bukan cuma sebatas berkirim pesan pribadi saja, WhatsApp pun memiliki fitur bisnis untuk membantu penggunanya mencari uang.

Selama ini WhatsApp sendiri kebanyakan digunakan secara gratis tanpa harus berlangganan. Lalu, bagaimana perusahaan mendapatkan uang?

Vice President of Global Affairs & Strategic Markets at WhatsApp Victoria Grand mengatakan WhatsApp mendapat uang lewat fitur premium di layanan WhatsApp Business-nya.

Ada dua cara berbeda untuk mengirim pesan bisnis di WhatsApp, yakni WhatsApp business app dan WhatsApp business platform. Kedua produk tersebut berbeda.

WhatsApp Business App digunakan untuk usaha kecil agar dapat berkomunikasi dengan pelanggan melalui aplikasi yang dapat diunduh secara gratis. Sedangkan WhatsApp Business Platform digunakan untuk bisnis besar agar dapat berkomunikasi dengan pelanggan dengan cara yang dapat disesuaikan dan terukur melalui WhatsApp.

Menurut Victoria, WhatsApp menawarkan berbagai solusi dan integrasi kepada pebisnis sejumlah fitur-fitur premium opsional yang ada di aplikasi tersebut.

"Nah cara kita bisa mengumpulkan uang adalah mereka (pengguna WhatsApp Bussines) bisa meningkatkan peluang berusaha mereka dengan fitur premium. Ada pilihan solusi dan integrasi yang diinginkan, maka bisa bayar kami untuk itu," papar Victoria di Kantor Meta Jakarta, bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Fitur premium opsional di WhatsApp Business (aplikasi SMB) sendiri belum tersedia saat ini dan akan tersedia di masa mendatang sebagai fitur opsional di aplikasi WhatsApp Business. Namun, tanpa fitur opsional itu, aplikasi WhatsApp Business bisa tetap digunakan dengan gratis seperti sekarang.

"Jadi filosofi kami adalah membantu orang berkomunikasi secara privat, dan itu termasuk komunikasi untuk bisnis juga," tambahnya.

Contoh penggunaan fitur premium WhatsApp Business App yang ditawarkan misalnya adalah satu akun WhatsApp Business bisa digunakan di 10 perangkat berbeda. Dengan fitur ini, pebisnis yang menjadi pengguna bisa menghubungkan akunnya ke beberapa perangkat agar karyawan atau bagian dari perusahaannya bisa berkomunikasi dengan pelanggan di chat yang sama. Fitur ini juga akan tersedia di fitur premium opsional yang akan datang untuk aplikasi WhatsApp Business, dan bukan WhatsApp Business Platform.

Kemudian ada juga fitur berupa ads that click to WhatsApp. Dengan fitur ini bisnis dapat menempatkan iklan di Facebook dan Instagram yang mengarahkan pelanggan ke saluran WhatsApp mereka.

"Iklan itu bukannya menuju ke sebuah website, malah akan langsung ke WhatsApp. Kami sebut itu click to message ads," ujar Victoria.

Sementara untuk WhatsApp Business Platform, Victoria menjelaskan fitur ini digunakan oleh bisnis besar (bank, maskapai penerbangan, e-commerce) yang membutuhkan cara yang lebih kuat dan terukur untuk terhubung dengan pelanggan. Di sini, bisnis sendiri, atau dengan menggunakan business solution provider, membuat solusi khusus dan menawarkan dukungan pelanggan yang cepat dan personal, seperti membagikan informasi seperti pembaruan pengiriman atau boarding pass.

Maskapai juga bisa meminta WhatsApp memberikan layanan kepada konsumen berupa chatbot untuk melayani pertanyaan perihal jadwal atau tiket pesawat.

"Atau mereka mau melakukan layanan konsumen yang menanyakan jadwal pesawat atau tiket, dan mereka harus membayar ke kami untuk integrasi itu (bisnis membayar WhatsApp ketika mereka melakukan percakapan dengan pelanggan)," jelas Victoria.

Victoria mengklaim layanan WhatsApp Business cukup laku di pasaran. Sudah ada lebih dari 175 juta pengguna di seluruh dunia mengirim pesan ke akun WhatsApp Business setiap hari.

Studi yang ditugaskan oleh Meta juga menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang lebih suka mengirim pesan ke sebuah bisnis ketimbang mengirim email kepada mereka.

"Kira-kira 7 dari 10 orang akan memilih nge-chat langsung daripada email, telpon, atau hubungi ke website mereka. Jadi sangat penting untuk bisa mengirimkan pesan ke mereka," ungkap Victoria.

Lihat juga Video: Induk Facebook & WhatsApp Akan Lakukan PHK Besar-besaran

[Gambas:Video 20detik]




(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT