'Malaysia Tukang Contek Batik Indonesia'

'Malaysia Tukang Contek Batik Indonesia'

- detikFinance
Kamis, 20 Jul 2006 12:15 WIB
Jakarta - Bukan hanya pengusaha batik yang gerah terhadap pebisnis Malaysia yang sering mencontek disain batik Indonesia.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga kesal melihat polah Malaysia yang sering mengakui hasil contekannya sebagai produk mereka."Saya agak kesal dengan Malaysia yang mencontoh batik kita," kata Mari, saat menjadi pembicara dalam seminar perilaku bangsa mandiri dalam menghadapi persaingan global dalam rangka menyambut Pameran Produksi Indonesia, di Menara Bidakara, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Malaysia meng-klaim sejumlah disain batik asal Indonesia sebagai hak paten mereka dan mengekspornya ke luar negeri. Padahal disain tersebut sudah diproduksi secara massal di pasar Indonesia tapi belum dijual ke luar negeri. Untuk melawannya, ungkap Mari, pengusaha batik Indonesia harus memegang kunci daya saing yang didukung oleh kebijakan pemerintah dengan membentuk lintas departemen, baik oleh BUMN, Menneg Koperasi dan UKM maupun Departemen Perdagangan (Deperdag)."Kuncinya mampu membaca masa depan dan ini harus menjadi keputusan pemerintah agar bisa menggali potensi yang ada, agar nantinya produk kita tidak jago kandang," ujar Mari.Mari memandang perlunya penerapan seni, modal, teknologi dan pasar (SMTP), karena sebagus-bagusnya produk, kalau tidak ada pasar, tidak bisa dijual.Persaingan global juga harus menjadi perhatian yang harus disikapi dengan bijak, karena akan makin membanjirnya produk impor."Saat ini produk yang memenuhi persyaratan lingkungan sedang diincar luar negeri, maka pemahaman pasar menjadi sangat penting," katanya.Mari mencontohkan, Cina produksinya mencapai 100 kali lipat dari produk Indonesia. Karena itu Indonesia harus membuat produk yang tidak dimiliki Cina untuk membendung produk massalnya."Contoh produksi kakao yang tidak dimiliki Cina harus dikembangkan maksimal," tukas Mari.Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris menilai, industri tekstil termasuk batik saat ini pertumbuhannya luar biasa."Jadi saya tidak khawatir dengan batik Malaysia, kita jauh di atasnya, mereka cuma unggul di bahan," jelas Fahmi.Menurutnya, saat ini batik Indonesia jauh lebih berkembang karena pemainnya sudah banyak dilakukan oleh anak muda yang berpendidikan cukup tinggi."Saya yakin batik kita punya prospek yang cukup baik, apalagi dengan dikembangkannya batik berbahan sutra," tutur Fahmi optimistis. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads