Berapa Harga Gereja di Madrid yang Mau Dibeli Muhammadiyah Jatim?

ADVERTISEMENT

Berapa Harga Gereja di Madrid yang Mau Dibeli Muhammadiyah Jatim?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 10 Nov 2022 17:22 WIB
MADRID, SPAIN - JUNE 07: A tourist poses for a picture at Puerta de Alcala on June 07, 2021 in Madrid, Spain. Spain, the worlds second most visited tourism destination, has re-opened borders to vaccinated visitors worldwide as well as non-vaccinated Europeans with a negative antigen test. (Photo by Pablo Blazquez Dominguez/Getty Images)
Foto: Getty Images/Pablo Blazquez Dominguez
Jakarta -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur hendak membeli gereja di Alcala, Madrid, Spanyol. Ketua PWM Jatim, KH Saad Ibrahim telah membenarkan kabar tersebut.

"Insyaallah seperti itu (pembelian gereja di Spanyol)," kata Saad dilansir dari detikJatim, Selada (8/11/2022).

Saad menyebut letak gereja itu berada di daerah Alcala, dekat dengan Ibu Kota Spanyol, Madrid. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih berunding terkait dengan pembelian gereja tersebut. Berapa harga gereja tersebut?

Melansir dari situs Istanbul World News, dikabarkan Gereja yang dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi tersebut dijual seharga 3 juta euro atau sekitar Rp 45 miliar.

"Kami sedang dalam proses negosiasi dengan pengelola tempat ibadah. Mereka menawarkan harga sekitar 3 juta euro atau sekitar 45 miliar rupiah," ujar Saad Ibrahim kepada This Week in Asia sebagaimana dikutip dari Istanbul World News.

"Semoga ini menjadi gerakan bagi kita semua agar (berkah Allah) dapat terwujud melalui kita," kata Saad dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh cabang setelah konferensi.

Sebagai informasi, Sebelum Muhammadiyah hendak membelinya, gereja itu sudah dijual pemiliknya karena kian hari kian ditinggal jemaatnya.

Hal ini dijelaskan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, kepada detiknews, Kamis (10/11/2022). Gereja di pinggiran Madrid itu ada dalam satu lingkungan sekolah yang sudah lama tidak mendapat murid pula.

"Sekolah sudah lama tutup karena tidak dapat murid dan gereja semakin lama semakin berkurang jemaatnya sehingga membuat pengelola ingin memindahkan sekolah dan gereja ke tempat yang lebih sesuai dengan kebutuhan jemaatnya," kata Najib.

Najib, yang merupakan politikus PAN, dilantik menjadi Dubes Spanyol pada Oktober 2021. Saat masa-masa awal bekerja di Spanyol, dia sudah mendengar kabar bahwa kompleks sekolah-gereja itu sedang mencari pembeli, tapi pembeli tidak kunjung didapatkan oleh pihak pemilik sekolah-gereja.

Simak juga Video: Heboh Universitas Muhammadiyah Seoul Usai UMS Umumkan Buka Cabang di Korsel

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT