Pertumbuhan Industri Semester II Cenderung Membaik
Kamis, 20 Jul 2006 14:19 WIB
Jakarta - Pertumbuhan industri semester II-2006 diperkirakan mengalami tren membaik dibanding semester I.Proyeksi itu didasari oleh permintaan beberapa sektor industri seperti tekstil yang meningkat, terutama di pasar global. Sementara kondisi dalam negeri diperkirakan daya belinya masih belum membaik."Sejak semula diperkirakan membaik, baik dari pihak kita sebagai pemerintah maupun BI, setelah melihat berbagai gejala di semester kedua dan gerakan dari berbagai sektor terutama sektor rill. Karena kita percaya dengan pasar global permintaan meningkat sehingga produksi kita naik," papar Menteri Perindustrian Fahmi Idris.Hal itu disampaikan Fahmi di sela acara seminar perilaku bangsa mandiri dalam menghadapai persaingan global dalam rangka menyambut Pameran Produksi Indonesia, di Menara Bidakara, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Namun sejumlah sektor industri seperti otomotif pada semester II ini, diprediksi masih mengalami pertumbuhan negatif jika dibandingkan penjualan tahun sebelumnya.Hal ini terutama karena sektor tersebut terpengaruh langsung dampak kenaikan harga BBM atau gas. Selain itu juga pada industri yang masih merestrukturisasi alat produksinya.Fahmi juga menyoroti kebijakan penurunan suku bunga BI yang dinilai tidak memberikan pengaruh signifikan dalam menggerakkan sektor rill.Menurutnya, suku bunga baru bisa berpengaruh ke sektor rill jika sudah di level 10 persen, sementara saat ini suku bunga SBI satu bulan sebesar 12,25 persen.Untuk tahun 2006 pertumbuhan industri ditargetkan 7,7 persen. Sementara pertumbuhan industri manufaktur periode 2004-2009 ditargetkan rata-rata sebesar 8,69 persen per tahun.Target pertumbuhan sebesar itu diharapkan bisa menyerap 500 ribu tenaga kerja per tahun dan merealisasikan investasi sebesar Rp 40-50 triliun.Sektor industri manufaktur juga diharapkan mencapai tingkat utilisasi yang sama seperti sebelum krisis moneter di tingkat 80 persen. Sementara saat ini tingkat utilisasi industri masih di bawah 60 persen.
(ir/)











































