Setelah Facebook, Disney Juga Mau PHK Pegawai!

ADVERTISEMENT

Setelah Facebook, Disney Juga Mau PHK Pegawai!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 12 Nov 2022 16:15 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Walt Disney berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menghentikan rekrutmen pegawai. Dikutip dari Reuters, langkah ini ditempuh karena perusahaan akan membidik keuntungan dari layanan Disney+ di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pengumuman ini tertuang dalam memo beredar yang dilihat Reuters pada Jumat lalu. Chief Executive Disney Bob Chapek mengirimkan memo tersebut kepada para pimpinan Disney. Chapek menyebutkan jika hal ini untuk memperbaiki kinerja keuangan.

"Kondisi ekonomi makro tentu tak bisa kita kendalikan. Untuk mencapai target kita harus bisa mengelola banyak hal termasuk biaya," kata Chapek dalam memo tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/11/2022).

Memang pada laporan keuangan Disney secara kuartalan, perusahaan hiburan itu mencatat kerugian yang besar. Kemudian harga saham perusahaan juga turun lebih dari 13%.

Disney melaporkan, ada 12 juta pelanggan yang terdaftar. Namun perusahaan tetap masih mengalami kerugian operasional hingga US$ 1,5 miliar.

Perusahaan menargetkan Disney+ akan meraup keuntungan pada 2024 mendatang. Kini tayangan asli Disney yang menjadi favorit antara lain "Star Wars" "The Mandalorian," "Andor" dan "Obi-Wan Kenobi," Marvel "WandaVision," "Hawkeye" dan "She-Hulk: Attorney at Law ," dan hub konten untuk film Disney, Pixar, Marvel, dan "Star Wars". Analis MoffettNathanson, Michael Nathanson mengaku prihatin dengan kenaikan biaya langganan streaming di Disney.

Sebelum Disney beberapa perusahaan besar di AS melakukan PHK besar-besaran. Hal ini dilakukan untuk persiapan menghadapi penurunan perekonomian. Seperti Meta Platforms yang disebut akan memangkas lebih dari 11.000 pekerjaan atau 13% tenaga kerja untuk pengendalian biaya operasional perusahaan.

Warner Bros Discovery juga sebelumnya telah memangkas pegawai sebagai salah satu skema restrukturisasi keuangan perusahaan.

(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT