Mobil Hybrid Sulit Dipasarkan di Indonesia

Mobil Hybrid Sulit Dipasarkan di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 21 Jul 2006 16:04 WIB
Jakarta - Produsen mobil mengakui mobil jenis hybrid masih sulit dipasarkan di Indonesia. Banyak kendala yang menjegal masuknya mobil hybrid ke pasar lokal.Hambatan tersebut mulai dari masalah teknologi yang mahal, pajak, dan kesiapan infrastruktur seperti kualitas bensin yang masih buruk.Padahal mobil hybrid yang merupakan gabungan mesin listrik dan mesin biasa, jauh lebih hemat dan ramah lingkungan.Demikian pengakuan sejumlah produsen mobil hybrid seperti Mitsubishi Fuso, Daihatsu dan Honda, yang memamerkan mobilnya di acara The 14th Indonesian International Motor Show (IIMS) yang digelar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (21/7/2006). Presdir PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Fumio Kuwayama, yang merupakan produsen truk Mitusubishi Fuso, mengatakan, kendala untuk memasukkan mobil hybrid di Indonesia adalah masalah harga yang lebih tinggi karena teknologinya masih mahal."Di Jepang saja, harga mobil Fuso Eco Hybrid lebih mahal 30 persen dibanding mobil berteknologi normal," kata Fumio.Maka itu kini Mitsubishi Fuso masih akan berkonsentrasi memasarkan truk-truk yang bisa menggunakan bahan bakar biodiesel seperti yang gencar dipromosikan pemerintah.Mitsubsihi Fuso juga mengikutkan tiga kendaraannya untuk ekspedisi Jathropa yang mencoba menjajal bahan bakar alternatif. Mobil Mitsubsihi Fuso yang mengikuti ekspedisi ini memakai bahan bakar jarak yang diisi sebagian atau seluruhnya.Sementara itu, General Manager and Sales Marketing PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy mengatakan, pihaknya siap memasarkan mobil hybrid melihat animo masyarakat yang tinggi.Namun dia mengeluhkan belum adanya sistem perpajakan yang jelas bagi kendaraan hybrid. Sistem perpajakan tersebut dipakai untuk mengkalkulasi harga mobil hybrid yang akan dipasarkan di Indonesia.Jonfis mengeluhkan ucapan seorang pejabat yang mengatakan mobil hybrid bisa dipajaki lebih tinggi. Pejabat tersebut, ungkap Jonfis, mengatakan, karena hybrid memiliki dua mesin maka pajaknya akan dikalikan dua saja. Sedangkan Executive Officer Daihatsu Motor Co.Ltd Sachio Yamazaki mengatakan, pemakaian mobil hybrid di Indonesia masih terkendala buruknya kualitas bensin di Indonesia.Dalam ajang IIMS 2006, beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sudah banyak yang memajang mobil-mobil konsep hybrd mulai dari sedan sampai truk. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads