Buruh Minta Upah Naik 13%, Ungkit Harga BBM Naik dan Ekonomi Tumbuh

ADVERTISEMENT

Buruh Minta Upah Naik 13%, Ungkit Harga BBM Naik dan Ekonomi Tumbuh

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 06:00 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal
Presiden KSPI Said Iqbal/Foto: Silvia/detikcom
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh Said Iqbal menuntut kenaikan upah minimum 13%. Hal ini mempertimbangkan kondisi Indonesia, termasuk laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Said Iqbal mengatakan, perkiraan inflasi akibat kenaikan harga BBM diprediksi mencapai 6,5%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4%-5%. Perhitungan ini menjadi dasar tuntutan buruh agar upah naik 13%.

"Kalau inflasi adalah 6,5% ditambah pertumbuhan ekonomi 4%, maka totalnya adalah 10,5%. Itulah kemudian Partai Buruh dan KSPI membulatkan jadi 13%," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/11/2022).

Kenaikan BBM berimbas pada daya beli buruh sekitar 30%. Oleh karena itu, Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum tidak bisa pakai PP Nomor 36 Tahun 2021 karena kenaikan upah hanya berkisar 2%-4%.

Pada kesempatan sebelumnya, Said Iqbal sempat menjelaskan bahwa upah buruh tidak naik 3 tahun. Oleh karena itu buruh membulatkannya menjadi 13% karena alasan tersebut.

Berdasarkan litbang Partai Buruh, angka inflasi makanan tembus 15%. Inflasi transportasi mencapai 30%, dan sewa rumah 12,5%.

Namun, Said Iqbal menyebut masih ada kompromi terkait angka kenaikan upah minimum. Menurutnya, angka kompromi kenaikan upah minimum berkisar di antara di atas 6,5% ditambah alfa produktivitas buruh, sampai dengan 13%.

"Usulan berapa kenaikannya? Usulan jelas 13%. Kalau mau berunding berarti pakai 6,5% plus alfa, kita rundingkan menuju 13%," ujarnya.

Said Iqbal pun membantah isu Indonesia terdampak ancaman resesi global. Perekonomian Indonesia dinilai baik, bahkan berada di posisi tiga terbaik setelah India dan Filipina.

"Resesi global itu tidak terjadi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 5,72%, nggak negatif," imbuhnya.

Oleh karena itu, Said Iqbal berharap isu PHK tidak dijadikan dalih untuk menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 sebagai dalih menaikkan upah minimum. Apalagi upah minimum sudah tidak naik selama 3 tahun.

"Indonesia terkena resesi global bohong. Terjadi PHK bohong. Tidak ada satu pun anggota KSPI di sekitar pabrik garmen tekstil terkena PHK," pungkasnya.



Simak Video "Upah Minimum 2023 Sedang Digodok, November akan Ditetapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT