RI Dapat Pendanaan Rp 4,2 T buat Genjot Pelayanan di 6 RS Ini

ADVERTISEMENT

RI Dapat Pendanaan Rp 4,2 T buat Genjot Pelayanan di 6 RS Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 13:28 WIB
Ilustrasi dokter atau rumah sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrei Vasilev
Jakarta -

Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IsDB) memberikan pendanaan US$ 293 juta atau setara Rp 4,2 triliun kepada Indonesia. Pendanaan itu untuk meningkatkan pelayanan ibu dan anak di 6 rumah sakit vertikal di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan 6 rumah sakit tersebut meliputi Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin di Bandung, RSUP Dr. Sardjito di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah di Bali, dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar.

"Dengan dukungan Rp 4,2 triliun atau US$ 293 juta dari IsDB melengkapi komitmen pemerintah untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia," kata Sri Mulyani dalam Groundbreaking Gedung Pelayanan Ibu dan Anak Program Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Unit secara virtual, Kamis (17/11/2022).

Proyek tersebut merupakan Proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal yang sebenarnya telah dimulai sejak 2021 dan akan selesai pada 2026.

Proyek penguatan enam rumah sakit di atas terdiri dari pembangunan 10 fasilitas kesehatan baru dengan total luas permukaan 230.000 meter persegi, penyediaan 952 tempat tidur rumah sakit, dan lebih dari 100 unit perawatan intensif dilengkapi dengan peralatan medis yang maju.

Selain itu, akan ada pelatihan bagi 5.500 petugas rumah sakit termasuk dokter, tenaga kesehatan, sampai manajer sehingga akan semakin memperkuat kapasitas tanggap darurat kesehatan di Indonesia.

"Proyek enam rumah sakit ini menargetkan populasi 77 juta orang. Itu berarti lebih dari seperempat penduduk Indonesia," kata Presiden IsDB Muhammad Sulaiman Al Jasser dalam kesempatan yang sama.

Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan akan meningkatkan 25% fasilitas dan tenaga kesehatan. Proyek ini juga diharapkan mampu menekan 22% angka kematian ibu, 14% penurunan angka kematian bayi dan 10% penurunan angka kematian balita.

"Angka-angka ini sangat berarti bagi kita semua," tegas Sulaiman.

Lihat juga video 'Menko PMK Sebut Pelayanan BPJS Kesehatan Belum Maksimal':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT