IIMS 2006, Gagap Jadi Ajang Internasional

IIMS 2006, Gagap Jadi Ajang Internasional

- detikFinance
Sabtu, 22 Jul 2006 15:45 WIB
Jakarta - Ada yang lain dengan pameran mobil terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) kali ini. Gaikindo oleh Organization des-Internationale Constructor de Automotive (OICA) mendapat restu untuk menyenggarakan ajang pameran bertaraf internasional.Pameran tiap tahunan yang dulunya bernama Gaikindo Auto Expo kini menjadi The 14th Indonesian International Motor Show (IIMS) 2006.Sayang, penyelenggara sepertinya masih gagap menggarap ajang ini menjadi perhelatan internasional. Padahal untuk mendapatkan akreditasi internasional, Gaikindo harus bersusah payah melobi OICA. Pengunjung pun yang semula berharap mendapat suguhan internasional jadi kecele. Pameran kali ini diikuti sebanyak 163 peserta yang di dalamnya termasuk 21 peserta Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).Sementara Gaikindo menargetkan 200 ribu pengunjung dalam pameran ini. Pada tahun 2005, pameran ini menyerap 160.809 orang pengunjung dengan transaksi Rp 1,9 triliun. IIMS yang berlangsung 21-30 Juli 2006 di Jakarta Convention Center (JCC) menempati area seluas 35 ribu meter persegi yang dibagi dalam 7 kawasan."Tempatnya memang luas, tapi karena ada sekat-sekat di tiap stan, jadi kelihatan sempit," kata Tio, Sabtu (22/7/2006), yang tiap tahun rajin mengunjungi acara pameran mobil ini. Tio juga mengaku kesulitan untuk langsung mendatangi stan mobil tujuan, karena tidak tersedia brosur peta yang memadai."Mana depan, belakang dan samping saya bingung," katanya.Menurut Tio, meski sudah masuk kategori internasional, pameran kali ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Belum ada yang spektakuler," cetusnya.Pengunjung yang niatnya memang hanya melihat-lihat juga tidak terlalu berani bertanya banyak kepada penjaga stan. "Saya mau tanya-tanya tapi malu, saya kan gak beli cuma lihat saja. SPG-nya juga kelihatan tidak ramah dan pasif," ujar Hendra.Sebaiknya, kata Hendra, panitia memikirkan acara yang interaktif antara pemilik stan dan pengunjung. Sehingga, walaupun pengunjung tidak berniat membeli mereka punya tambahan pengetahuan.Sementara pengunjung lainnya Joni, juga mengaku kecewa karena tidak bisa melihat mobil-mobil keren seperti Porsche, Ferrari, Alfa Romeo. Padahal Joni berharap pada pameran kali ini, bisa melihat mobil-mobil 'wah' tersebut karena sudah ada embel-embel internasionalnya. "Saya kecewa, karena pamerannya gak beda sama sebelum jadi kelas internasional, beda banget sama negara lain yang menggelar International Motor Show, yang ini masih jauh," kata Joni yang pernah mengunjungi pameran International Motor Show di Jerman.Masalah klasik yang tiap tahun muncul adalah kemacetan di pintu masuk area pameran dan tidak tersedianya area parkir yang luas. "Masuk sini perjuangan dulu cari tempat parkir," ungkap Hendra.Ketidaksiapan penyelenggara juga terlihat dari cara mereka menyediakan informasi untuk pekerja media alias wartawan. Mulai dari pemberian ID card yang kacau sampai lolosnya wartawan gadungan yang jumlahnya sangat banyak.Jadwal jumpa pers pada hari pertama, banyak yang berbarengan antar produsen mobil yang membuat wartawan kelimpungan."Jadwalnya gak dikoordinasi antara peserta dengan penyelenggara jadi bikin kacau kerja kita," kata Ketua Forum wartawan otomtif Indonesia (Forwot) Eri Haryoko.Press room yang menyediakan 30 komputer juga tidak tersambung semua dengan internet sehingga memperlambat gerak wartawan mengirim berita. "Jangankan minta data, jadwal acara saja kita tidak dikasih jadi enggak semangat meliputnya, padahal katanya ini ajang internasional," kata Eri. Meski sudah digeber-geber menjadi pameran internasional, nyaris tidak ada media asing yang meliputnya. Indonesia merupakan negara Asia keempat yang mendapat akreditasi internasional dari OICA setelah Jepang, Korea dan Thailand. Sedangkan di dunia Indonesia urutan ke 41 yang mendapat sertifikasi tersebut.Dengan adanya akreditasi internasional, tak heran pengunjung berharap dari segi bobot mobil yang dipamerkan maupun dari segi penyelenggaraannya, sudah seharusnya juga berkelas internasional. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads