Bangga! Bola Piala Dunia 2022 Qatar Ternyata Made in Madiun

ADVERTISEMENT

Bangga! Bola Piala Dunia 2022 Qatar Ternyata Made in Madiun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2022 13:26 WIB
Qatars 2022 World Cup official ball al Rihla is seen ahead of a press conference at the Qatar National Convention Center (QNCC) in Doha on November 20, 2022, on the eve of the Qatar 2022 World Cup football match between Senegal and Netherlands. (Photo by OZAN KOSE / AFP) (Photo by OZAN KOSE/AFP via Getty Images)
Bola Piala Dunia Al Rihla Ternyata Buatan Indonesia/Foto: AFP via Getty Images/OZAN KOSE
Jakarta -

Piala Dunia 2022 Qatar secara resmi digelar pada November 2022 ini. Meski Timnas Indonesia tidak tampil dalam ajang Piala Dunia 2022 Qatar, namun Indonesia masih dapat berbangga diri.

Bola yang digunakan dalam ajang Piala Dunia 2022 Qatar ternyata buatan Indonesia. Bola resmi Piala Dunia 2022 yang diberi nama 'Al Rihla' itu diproduksi PT Global Way Indonesia (GWI) di Kabupaten Madiun.

Dikutip dari laman kemlu.go.id, Al Rihla adalah bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar yang diproduksi di Madiun, Jawa Timur. Adidas memercayakan Indonesia's Global Way untuk memproduksi bola tersebut.

Perusahaan ini telah mengekspor bolanya ke Uni Emirat Arab, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Brasil. Melalui ekspor bola tersebut, masyarakat Jawa Timur telah menjadi bagian dari resonansi ekonomi dunia. Geser untuk mengetahui fakta menarik seputar Al Rihla.

Al Rihla memiliki desain panel yang terinspirasi dari Dhow Boat tradisional dan memiliki pola solid berwarna biru, merah dan kuning, yang mewakili lanskap di Doha, Qatar. Selain itu, Al Rihla adalah bola Piala Dunia pertama yang dibuat secara eksklusif dengan tinta dan lem berbahan dasar air.

Sejak awal, PT GWI merupakan perusahaan yang hanya memproduksi barang ekspor perlengkapan olahraga, termasuk bola. Namun sayangnya mereka tidak memproduksi untuk kebutuhan di dalam negeri.

Berdasarkan catatan detikcom, sejak 25 tahun lalu, PT GWI telah bekerja sama dengan Adidas. Mereka turut membantu kebutuhan Adidas di Piala Dunia. PT GWI telah empat kali dipercaya untuk memproduksi perlengkapan Piala Dunia.

"Memang kami ada dua lokasi produksi, yaitu di China dan di Indonesia. Paling banyak produksi di Indonesia, sekitar 70%. Total sudah empat kali produksi bola untuk FIFA World Cup," jelas General Manager Long Way Group Jeftha Wardojo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Jeftha melanjutkan, butuh proses panjang sampai akhirnya PT GWI dipercaya memproduksi bola Piala Dunia. Mereka harus menyesuaikan produksi sesuai standar tinggi yang diminta FIFA.

Terlepas dari itu, masih berdasarkan catatan detikcom diketahui bola yang digunakan untuk Piala Dunia 2022 Qatar juga memiliki sejumlah fitur canggih. Selain aerodinamis dan punya ragam keunggulan untuk memanjakan pemain, pada bola ini juga ditanamkan teknologi.

Melansir dari FIFA.com, teknologi baru bernama Semi-Automated Offside Technology (SAOT) bersama Al Rihla, bola yang bisa terkoneksi, adalah bagian penting yang membantu wasit saat laga berlangsung.

SAOT akan digunakan untuk pertama kalinya dengan VAR di Piala Dunia 2022 ini. Adapun Al Rihla, dengan sensor gerak Inertial Measurement Unit (IMU) yang ada di alamnya, akan memainkan peran penting untuk menentukan offside terjadi atau tidak.

Untuk menentukan offside, bola ini akan mengirimkan data ke ruang operasional video untuk menentukan di mana titik bola secara presisi. Bola dan sensornya itu, dibantu dengan ditambah dua belas kamera pemantau di stadion.

Memadukan data pelacakan anggota badan pemain dan bola melalui kecerdasan buatan, teknologi baru ini secara otomatis memberi tahu jika pemain menerima bola di posisi ilegal. Tim wasit kemudian secara manual memeriksa untuk menguatkan keakuratannya sebelum melaporkannya ke wasit utama dan mengambil keputusan.

"Kami memulai teknologinya setelah Piala Dunia di Rusia, mengujinya di stadion, di turnamen FIFA. Kami senang dengan hasilnya," cetus FIFA Director Football Technology & Innovation Johannes Holzmuller.

FIFA mengklaim proses ini bisa terjadi dalam hitungan detik, yang membuat keputusan offside bisa muncul dengan lebih cepat dan akurat. Data yang direkam dari kamera, termasuk posisi bola, juga dipakai untuk menciptakan animasi yang kemudian bisa ditayangkan dalam siaran ulang di stadion ataupun tayangan di televisi.

Lihat juga video 'Deretan Kecanggihan Teknologi di 4 Stadion Piala Dunia 2022 Qatar':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT