Toko Guess Terancam Diserbu Maling Gara-gara Dituduh Nyolong Karya Banksy

ADVERTISEMENT

Toko Guess Terancam Diserbu Maling Gara-gara Dituduh Nyolong Karya Banksy

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2022 14:02 WIB
Seniman Banksy
Salah Satu Karya Terkenal Banksy (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Toko retail fashion kenamaan, Guess yang berlokasi di London terpaksa ditutup setelah mendapat ancaman serbuan para pencopet.

Ancaman itu muncul setelah muncul ajakan dari Banksy kepada para pencopet seantero London untuk menyerbu toko Guess.

Banksy sendiri adalah nama anonim yang dipakai seorang seniman jalanan yang berspesialis pada grafity.

Banksy geram lantaran ia mengaggap Guess menggunakan gambar-gambar karyanya tanpa izin untuk disematkan pada produk fashion mereka.

"Mereka mengambil karya saya tanpa izin, jadi apa salahnya kalau kita melakukan hal yang sama pada baju mereka?" tulis Banksy lewat akun instagramnya seperti dikutip BBC, Selasa (22/11/2022).

Guess memang baru saja meluncurkan koleksi produk fashion terbarunya yang diberi tajuk "With Graffity by Banksy".

Sesuai namanya, produk-produk fashion itu memang menyematkan gambar-gambar grafity milik Banksy yang sudah bersliweran di dinding-dinding bangunan di Kota London.

Seperti gambar anak yang terbang terbawa balon pada sebuah jaket bulu berwarna putih. Ada juga gambar grafity sosok pria yang berpose hendak melempar serangkai bunga.

Untuk penggunaannya sendiri, Guess mengaku telah mendapat legitimasi karena telah menggandeng pihak yang dianggap punya otoritas untuk mengkomersialkan gambar-gambar milik Banksy. Pihak yang dimaksud adalah Brandalised.

Akibat munculnya ancaman serbuan para pencopet itu, Guess langsung menutup tokonya, menempatkan tenaga keamanan dan menutup display yang semula memamerkan produk-produk mereka.

Pengacara hak cipta, Liz Ward melihat ada hal yang perlu mendapat perhatian bila belajar dari kasus ini.

"Tampaknya Guess merasa memiliki legitimasi untuk menggunakan karya-karya Banksy melalui pihak ketiga, dalam hal ini Brandalised yang mengaku memiliki hak untuk mengkomersialkan dan menggunakan karya-karya Banksy," tutur Ward.

Masalahnya, apakah Banksy mengetahui kesepakatan antara Guess dan Bandalised?

"Tak diketahui apakah Banksy menyetujui atau bahkan mengetahui adanya kesepakatan tersebut. Jika Banksy tahu, bisa saja ini hanya sekedar praktik marketing. Namun bila Banksy tidak mengetahui, maka insiden ini bisa terbilang cukup mengganggu, apa lagi ini dilakukan oleh perusahaan besar dengan merek yang sudah sangat dikenal," sambungnya.

(dna/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT