Pertamina Sarankan PLN Tambah Kapasitas Tangki Timbun BBM
Senin, 24 Jul 2006 17:45 WIB
Jakarta -
Pertamina menyarankan PLN menambah kapasitas tangki timbun BBM Muara Tawar. Dengan demikian, stok BBM PLN selalu aman sehingga tak perlu mati listrik gara-gara tak ada BBM.Kadiv Hupmas Pertamina Toharso membantah pemadaman listrik di beberapa wilayah di Jakarta diakibatkan terlambatnya suplai BBM dari Pertamina ke PLN. Menurut Toharso, suplai BBM dari Pertamina untuk PLN selalu tersedia. Namun yang menjadi permasalahan adalah proses pengangkutan BBM dari titik suplai Pertamina ke pembangkit PLN. "Keluhan atas keterlambatan pasokan sudah beberapa kali terjadi karena kapal pengangkut BBM sering datang terlambat. Namun Pertamina tidak bisa berbuat banyak karena hubungan dengan pihak transportir merupakan wewenang PLN," tegas Toharso dalam jumpa pers di Kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (24/7/2006).Pertamina mengalokasikan pasokan solar untuk PLTGU Muara Tawar sebesar 136 ribu kiloliter setiap bulannya, dengan rata-rata pemakaian fluktuasi antara 1.500-7.000 kiloliter per harinya.Untuk kapasitas operasional tangki timbun Muara Tawar adalah 63.000 kiloliter, atau cukup untuk memenuhi 9-10 hari. Dan berdasarkan perhitungan round trip day dari titik suplai STS Teluk Semangka ke PLTGU Muara Tawar dan sebaliknya membutuhkan waktu 7 hari. Namun Toharso menilai, walaupun masih berlebih, stok 9 atau 10 hari itu sebenarnya belum cukup aman selama transportir yang melayani BBM untuk PLN itu belum dapat menjamin kapal tiba tepat waktu.Oleh karena itu, ia menyarankan PLN untuk menambah kapasitas tangki timbun di Muara Tawar hingga mencapai posisi yang lebih aman. "Harus lebihlah, 14 hari atau dua kalinya, itu aman," saran Toharso.Saat ini posisi stok solar nasional per 23 Juli 2006 adalah mencapai 22,4 hari.
(qom/)










































