ADVERTISEMENT

Mark Zuckerberg Aja Tajir Melintir, Kakak-Beradik dari RI Ini Lebih Kaya Lagi Lho!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 08:30 WIB
Facebook CEO Mark Zuckerberg testifies before a House Energy and Commerce Committee hearing regarding the company’s use and protection of user data on Capitol Hill in Washington, U.S., April 11, 2018. REUTERS/Aaron P. Bernstein
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg/Foto: Reuters
Jakarta -

Mark Zuckerberg merupakan seorang pebisnis yang mungkin sudah banyak dikenal orang. Dia merupakan pendiri Meta yang merupakan perusahaan induk dari Facebook dan Instagram.

Mark Zuckerberg pernah dikenal sebagai salah seorang terkaya di dunia termuda dengan harta lebih dari US$ 97 miliar atau sekitar Rp 1.522,9 triliun pada 2021 lalu. Namun saat ini kekayaannya telah merosot cukup jauh.

Melansir dari Real Time Billionaires Forbes, Kamis (24/11/2022), saat ini harta kekayaan Mark Zuckerberg ditaksir sebanyak US$ 40,9 miliar atau sekitar Rp 638,99 triliun (kurs Rp 15.600/dolar AS).

Angka tersebut tentu saja kurang dari setengah kekayaan yang dimiliki pemilik Facebook tahun lalu. Artinya sepanjang tahun 2021 sampai saat ini dirinya telah kehilangan sekitar Rp 883,91 triliun.

Karena harta Mark Zuckerberg sudah menurun drastis, kini harta kekayaan dua bersaudara asal Indonesia lebih jadi lebih tinggi. Harta Mark Zuckerberg saat ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Hartono bersaudara jika digabungkan.

Masih berdasarkan data dari Real Time Billionaires Forbes, R. Budi Hartono yang merupakan orang terkaya di RI ditaksir memiliki kekayaan mencapai US$ 22,9 miliar atau sekitar Ro 357,2 triliun. Sementara itu sang kakak, Michael Hartono, saat ini ditaksir memiliki kekayaan sekitar US$ 22,1 miliar atau setara dengan Rp 344,7 triliun.

Dengan demikian total kekayaan yang dimiliki oleh kakak beradik ini lebih dari US$ 45 miliar atau sekitar Rp 701,9 triliun. Jumlah ini lebih besar dari yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg yang punya harta kekayaan Rp 638,99 triliun.

Kakak beradik tersebut mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari investasi di BCA. Keluarga Hartono membeli saham BCA setelah keluarga taipan lainnya, yakni keluarga Salim, kehilangan kendali bank selama krisis ekonomi Asia 1997-1998.

Mereka juga menjadi kaya raya berkat bisnis tembakaunya, Djarum. Djarum kini merupakan salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Selain itu, mereka juga memiliki merek elektronik populer Polytron, real estat di Jakarta, dan saham di startup gaming Razer. Keduanya dinobatkan menjadi orang terkaya di Indonesia hingga sekarang ini.

Sementara kekayaan Jack Ma yang terus merosot sejak tahun lalu, harta kekayaan Hartono Bersaudara malah semakin meningkat dan bisa menyalip Jack Ma. Jadi, kini ada dua orang Indonesia yang sudah mengalahkan harta Jack Ma.

Sebagai catatan, daftar peringkat orang terkaya dunia di dalam Real Time Billionaires Forbes terus berubah setiap waktunya. Forbes menggunakan nilai saham yang dimiliki para konglomerat di dunia sebagai perhitungan untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki.

Lihat juga Video: Isu Mark Zuckerberg Akan Lengser Tahun Depan Dibantah Jubir Meta

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT