Rekomendasi Naik 7,8%, UMP Jawa Barat Tunggu Restu Ridwan Kamil

ADVERTISEMENT

Rekomendasi Naik 7,8%, UMP Jawa Barat Tunggu Restu Ridwan Kamil

Rifat Alhamidi - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 14:31 WIB
ilustrasi THR
Ilustrasi UMP/Foto: Dok.Detikcom
Bandung -

Pembahasan UMP alias upah minimum Provinsi di Jawa Barat 2023 sudah rampung. Kini, draft keputusan UMP tersebut tinggal menunggu tandatangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi menjelaskan pembahasan UMP 2023 disesuaikan dengan regulasi anyar yaitu Peraturan Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker) No 18 Tahun 2022.

Dewan pengupahan pun baru saja merampungkan pembahasan UMP dengan kalangan serikat pekerja/serikat buruh.

"Baru selesai rapat dewan pengupahan provinsi terkait pembahasan rekomendasi untuk Pak Gubernur dan Pak Gubernur menginginkan yang terbaik, tapi yang sesuai arahan dari pemerintah pusat," kata Taufik dikutip dari detikJabar, Kamis (24/11/2022).

Bila mengacu ke Permenaker 18/2022, kenaikan UMP tahun 2023 berada di kisaran maksimal 7,88 persen. Rachmat memastikan, angka kenaikan itu sudah disetujui buruh di Jawa Barat untuk ditetapkan menjadi UMP tahun depan.

"Kenaikannya di kisaran 7,88 persen. Buruh sudah sepakat, walaupun keinginannya lebih tinggi tapi kan menyadari regulasi yang masih memungkinkan sesuai perjuangan adalah menggunakan formulasi Permenaker 18/2022," terang Rachmat.

Jika tidak ada perubahan rencana, penetapan UMP Jabar bakal dilakukan pada 28 November 2022.

"Tinggal menunggu persetujuan dari Pak Gubernur. Mudah-mudahan lancar," tuturnya.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT