Pesan Penting buat Pemerintah Jangan Abaikan Badai PHK

ADVERTISEMENT

Pesan Penting buat Pemerintah Jangan Abaikan Badai PHK

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 26 Nov 2022 07:00 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Badai PHK sedang terjadi. Industri tekstil dan startup sudah merasakan imbasnya

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak bagi perekonomian, ditambah ancaman resesi global di 2023 mendatang. Menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira pemerintah perlu membuat kebijakan khusus mengatasi badai PHK.

"Harusnya ada paket kebijakan untuk antisipasi ancaman PHK massal karena tren dari PHK massal kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan," kata Bhima, kepada detikcom, dikutip Jumat (25/11/2022).

Selain itu, langkah lainnya yang perlu dilakukan pemerintah yakni merekrut para pekerja yang terdampak PHK untuk diserap masuk ke BUMN. Dalam hal ini, ia menyoroti para pekerja startup-startup teknologi yang terdampak PHK sebagai pekerja potensial yang sudah terbukti skill-nya demi mendorong transformasi digital.

Tidak hanya itu, kondisi PHK massal ini sudah barang tentu akan berimbas pada peningkatan angka pengangguran, sementara di sisi lain Indonesia berada pada momentum bonus demografi.

"Dan bisa berdampak juga pada daya beli masyarakat, serta bisa berdampak juga kepada pendapatan rumah tangga yang mengalami tekanan tahun depan," kata Bhima.

Sementara itu Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, gelombang PHK di startup tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kondisi ini hal yang biasa terjadi di industri.

"Gelombang PHK di startup ini tidak perlu dikhawatirkan. Ini fenomena seleksi alam biasa di industri. Yang tersisa nanti adalah startup yang lebih kuat," katanya.

Bahkan, Piter mendapatkan informasi, beberapa karyawan startup yang terkena PHK oleh salah satu unicorn bahkan bergembira karena mereka dapat pesangon yang besar dan mereka bisa cari pekerjaan di tempat lain.

Kendati demikian, ia menekankan, pemerintah tetap perlu terus menggenjot pembukaan lapangan kerja baru demi membantu para karyawan yang terkena imbas PHK.

"Yang penting perekonomian secara keseluruhan berjalan baik dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saat ini masih banyak perusahaan yang mengalami pertumbuhan dan membuka lapangan kerja. Mereka yang terkena PHK bisa mencari lapangan kerja baru," ujar Piter.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT